Gunung Karangetang Alami 806 Gempa Guguran

Visual Gunung Karangetang 13 april 2026 pukul 09.25 WITA, teramati dari Pos PGA, asap putih tebal di puncak kawah selatan condong ke timur laut. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang

Gunung Karangetang Alami 806 Gempa Guguran

Lukman Diah Sari • 13 April 2026 22:36

Manado: Ratusan gempa guguran terjadi di Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, sepanjang pertengahan Maret 2026. Berdasarkan evaluasi periode 16–31 Maret 2026, tercatat sebanyak 806 gempa guguran.
 
"Terekam juga sebanyak 16 kali gempa guguran, 131 kali tremor harmonik, 170 kali tremor nonharmonik, delapan kali gempa hybrid/fase banyak, 16 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I - MMI, dan 76 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Lana Saria dalam laporan yang diterima di Manado, Senin, 13 April 2026, melansir Antara.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan aktivitas erupsi efusif berupa aliran lava ke arah selatan menuju Kali Sumpihi sejauh sekitar 200 – 1.200 meter, kondisi ini masih berada di dalam jarak rekomendasi. Sementara itu, kegempaan dalam periode ini menunjukkan peningkatan dibanding minggu sebelumnya, gempa embusan meningkat dan intensitasnya masih tinggi.

Masyarakat diharapkan mewaspadai awan panas guguran, dimana kubah lava lama masih ada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava. Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor, juga mewaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah utara menuju arah barat daya – selatan. Selain itu, juga mewaspadai kejadian lahar saat hujan deras di puncak.

Gunung Karangetang di Sitaro, Sulawesi Utara, Rabu, 1 April 2026. ANTARA/HO-Badan Geologi

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Maret 2026, tingkat aktivitas Gunung Karangetang tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi disesuaikan potensi ancaman bahaya terkini. Beberapa rekomendasi di antaranya, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 1,5 kilometer dari Kawah Utama (Selatan) dan Kawah II (Utara), serta 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan dari kawah Utama.

masyarakat dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu. Masyarakat diharapkan tetap tenang tidak terpancing berita bohong tentang erupsi Gunung Karangetang, serta senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)