KJRI New York Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar AS

Ilustrasi arsitektur. Foto: Pexels.com/Czapp Arpad.

KJRI New York Buka Jalan Arsitek Indonesia Tembus Pasar AS

Fachri Audhia Hafiez • 29 August 2026 11:13

New York: Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York membuka jalan untuk para arsitek Indonesia. Langkah ini diwujudkan dengan memperkuat promosi sektor arsitektur, kriya, dan ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat (AS).

“Indonesia memiliki arsitek, perajin, desainer, dan perusahaan dengan kemampuan yang kuat. Yang dibutuhkan adalah ruang agar kemampuan tersebut dapat diperkenalkan dengan baik, dipahami, dan berkembang menjadi hubungan profesional serta bisnis yang nyata,” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York Winanto Adi dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu, 29 Agustus 2026.
 


KJRI di New York resmi menandatangani Surat Pernyataan Kehendak (Letter of Intent/LOI) dengan PT Pola Raya Studio. Kerja sama ini dirancang sebagai jembatan strategis bagi arsitek, developer, hingga perusahaan asal Indonesia dalam menembus pasar global.

Kolaborasi ini mencakup pameran, presentasi, forum bisnis, business matching, hingga program edukasi arsitektur dan desain. Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Pola Raya turut menyiapkan pembukaan kantor di New York serta menjajaki akuisisi perusahaan lokal AS guna mempertahankan kehadiran yang permanen di pasar internasional.

Direktur PT Pola Raya Studio Mohamad Amin Ahlun Nazar menyampaikan bahwa kemitraan ini difokuskan untuk mengatasi kendala komunikasi proyek-proyek Indonesia. Khususnya di tingkat global.

“Proyek yang baik belum tentu langsung dipahami. Dalam pertemuan bisnis internasional, kita mungkin hanya memiliki waktu yang singkat untuk membuat seseorang memahami skala, nilai, dan alasan sebuah proyek layak diperhatikan. Pekerjaan kami adalah membantu proyek itu berbicara dengan jelas sebelum meminta orang lain untuk mempercayainya,” tutur Amin.


Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi. Foto: Dok. Istimewa.

Perusahaan tersebut sebelumnya telah teruji di panggung internasional, seperti saat maket Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara buatan Munjul, Jakarta Timur, digunakan dalam Hannover Messe 2023 di Jerman. Kala itu, karya ekonomi kreatif Indonesia terbukti mampu menarik perhatian para pemimpin dunia.

Atas dasar pengalaman tersebut, Amin menegaskan pentingnya konsistensi agar diplomasi ekonomi kreatif ini tidak sekadar menjadi ajang seremoni sementara.

“LOI ini membuka pintu. Kehadiran Pola Raya di New York nantinya adalah cara kami memastikan pintu tersebut tidak berhenti pada satu acara. Kami ingin arsitek Indonesia dapat kembali setelah presentasi dan memiliki percakapan lanjutan. Go global membutuhkan kehadiran, konsistensi, dan kepercayaan,” ucap Amin.

Melalui sinergi ini, berbagai pemangku kepentingan seperti asosiasi profesi, perguruan tinggi, hingga pengembang properti diharapkan dapat memanfaatkan jaringan pasar AS secara optimal.

“Kami berangkat dari workshop di Munjul. Dulu pekerjaan kami adalah membantu orang melihat sebuah bangunan sebelum bangunan itu berdiri. Hari ini tantangannya menjadi lebih besar. Kami ingin membantu dunia melihat kemampuan Indonesia sebelum memutuskan untuk bekerja bersama Indonesia,” ucap Amin.

(Fachri Audhia Hafiez)