Mudik Lebaran Dibayangi Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Ilustrasi mudik. Dok. Metrotvnews.com

Mudik Lebaran Dibayangi Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Masyarakat Waspada

Atalya Puspa • 18 March 2026 17:59

Jakarta: Periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan tidak sepenuhnya diwarnai cuaca cerah. BMKG memprediksi kombinasi cuaca terik dan hujan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG menyebutkan dinamika atmosfer global dan regional masih cukup aktif, terutama akibat pengaruh Madden-Julian Oscillation (MJO) serta gelombang ekuatorial, seperti Kelvin dan Rossby. Kondisi ini meningkatkan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur.

“Potensi pertumbuhan awan hujan dan aktivitas konvektif diperkirakan lebih dominan terjadi di wilayah Indonesia bagian tengah hingga timur,” tulis BMKG, dilansir dari Media Indonesia, Rabu, 18 Maret 2026.

Pada periode sebelumnya, 12–15 Maret 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat telah terjadi di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Sulawesi Tengah mencapai 90 mm per hari, diikuti Aceh 85 mm per hari, Sumatra Utara 84,2 mm per hari, dan Papua Selatan 82,9 mm per hari.

Di sisi lain, cuaca panas terpantau di sejumlah wilayah. Suhu maksimum mencapai 37,2 derajat Celsius di Jawa Barat, serta di atas 35 derajat Celsius di Jawa Timur, Kalimantan, dan Banten. BMKG menjelaskan kondisi ini dipengaruhi berkurangnya tutupan awan di sebagian wilayah barat Indonesia.

Memasuki periode 17–20 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang diperkirakan mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Sulawesi dan Papua.

Baca Juga: 

Ribuan Pemudik Padati Pelabuhan Ciwandan pada Puncak Mudik Lebaran



Cuaca ekstrem. Foto- Ilustrasi Metrotvnews

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, serta Papua Tengah dan sekitarnya.

Selain hujan, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Untuk periode 21–23 Maret 2026, pola cuaca relatif serupa masih akan berlangsung. Hujan ringan hingga sedang tetap dominan, dengan potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

BMKG mengingatkan kondisi cuaca yang fluktuatif ini berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan mudik, baik darat, laut, maupun udara.

“Hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berpotensi mengganggu perjalanan selama periode mudik Lebaran,” tulis BMKG.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan, terutama di wilayah rawan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, termasuk situs web, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial.

Dengan kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, perencanaan perjalanan yang matang menjadi kunci agar mudik tetap aman dan nyaman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)