Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melepas peserta mudik gratis. Foto: Istimewa.
Wakil Ketua MPR Lepas 500 Peserta Mudik Gratis Menuju Jatim
Arga Sumantri • 17 March 2026 17:51
Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan mudik merupakan momentum sakral dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Mudik merupakan tradisi bangsa yang patut terus dijaga.
Hal ini disampaikan Ibas saat melepas program Mudik Gratis Bersama Mas Ibas 2026. Sebanyak 500 perantau asal Pacitan, Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Trenggalek, difasilitasi untuk pulang ke kampung halaman secara gratis.
"Mudik adalah tradisi bangsa kita, mudik adalah salah satu cara bagi kita untuk menjalankan perjalanan hati kita, bertemu masyarakat dan keluarga dengan hubungan hablum minannas, hubungan kekeluargaan dan silaturahmi," ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa, 17 Maret 2026.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR ini menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program mudik gratis yang membantu meringankan beban masyarakat.
"Negara juga harus mengulurkan tangannya untuk memberikan kemurahan hati dan kepedulian yang salah satunya melalui mudik gratis untuk bertemu masyarakat, keluarga, dan hadir di kampung halaman tercinta," ujar Ibas.
"Insyaallah, apa yang menjadi cara untuk kita berkolaborasi memudahkan masyarakat, kita doakan perusahaan-perusahaan tersebut semakin sehat, semakin sukses, semakin maju sehingga acara-acara seperti ini dapat berulang di tahun-tahun berikutnya," ungkap Ibas.

Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Foto: Istimewa.
Ibas juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momen mudik sebagai perjalanan batin dan penguatan hubungan kekeluargaan. Ia juga mengingatkan nilai-nilai kehidupan yang sederhana namun mendalam, agar setiap individu mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
"Bersyukur kalau kita memiliki pekerjaan, bersyukur kalau kita memiliki kesempatan untuk menambah rezeki kita, dan bersyukur jika kita memiliki kelebihan, pada saatnya pun kita bisa berbagi kepada saudara-saudara kita yang ada di kampung halaman," sebut Ibas.
Ibas berharap seluruh peserta dapat menjalani perjalanan mudik dengan selamat serta kembali dengan semangat baru. Ibas juga mengingatkan para juri mudi untuk hati hati dalam berkendara dengan selamat.
"Mudah-mudahan nanti ketika kembali ke Jakarta dengan semangat baru, dengan energi baru, lebih kerja keras, lebih disiplin, lebih profesional, lebih cinta terhadap Tanah Air.
Sebanyak 10 armada bus mengantarkan para peserta menuju daerah asal masing-masing. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi masyarakat, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat rasa kebersamaan, serta menghadirkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat Indonesia.