Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal untuk 100 Jenazah yang Ditemukan dari Reruntuhan

Ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman 100 jenazah yang ditemukan dari reruntuhan rumah di Kota Gaza. (Anadolu Agency)

Warga Gaza Gelar Pemakaman Massal untuk 100 Jenazah yang Ditemukan dari Reruntuhan

Willy Haryono • 6 September 2026 18:36

Gaza: Ribuan warga Palestina menggelar prosesi pemakaman bagi 100 jenazah dan jasad korban yang ditemukan dari bawah reruntuhan rumah-rumah yang hancur di kawasan Zeitoun, Kota Gaza pada Minggu, 6 September 2026.

Keluarga korban, tokoh masyarakat, serta sejumlah tokoh politik Palestina menghadiri prosesi tersebut. Jenazah dan sisa-sisa jasad korban diletakkan di sebuah area dekat reruntuhan rumah yang hancur dan dibungkus dengan bendera Palestina.

Prosesi pemakaman juga diisi dengan sambutan dari tim Pertahanan Sipil Gaza yang melakukan operasi pencarian dan evakuasi korban. Perwakilan keluarga korban dan tokoh masyarakat turut menyampaikan pidato penghormatan.

Dikutip dari Anadolu Agency, jenazah dan sisa jasad tersebut dimakamkan di Pemakaman Al-Ahli di kawasan Zeitoun setelah salat jenazah.

Tim Pertahanan Sipil menemukan para korban dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian dari tahap kedua proyek pencarian warga Palestina yang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan yang hancur selama perang Israel di Gaza.

Menurut otoritas setempat, para korban berasal dari keluarga Rahim, Balawi, Malaka, Qanbour, dan Salmi. Mereka tewas ketika pasukan Israel menyerang sejumlah rumah warga sekitar dua setengah tahun lalu.

Operasi pencarian dilakukan dengan sumber daya terbatas. Tim Pertahanan Sipil hanya memiliki sejumlah kecil alat berat dan peralatan yang kondisinya terus memburuk. Otoritas Gaza juga menyebut adanya pembatasan Israel terhadap masuknya alat berat dan peralatan yang dibutuhkan untuk mengangkat serta mencari korban di antara reruntuhan.

Menurut penghitungan Anadolu, prosesi pada Minggu merupakan salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah Palestina berdasarkan jumlah jenazah dan sisa jasad yang dimakamkan dalam satu upacara.

Gencatan Senjata Gaza

Pemakaman serupa digelar pada awal Agustus untuk 112 warga Palestina yang ditemukan dari reruntuhan rumah di kawasan Sabra, Kota Gaza.

Tahap kedua proyek pencarian tersebut mencakup 800 jam operasi di 147 rumah yang hancur di Kota Gaza serta wilayah utara dan tengah Jalur Gaza. Sekitar 1.072 jenazah diperkirakan masih terkubur di bawah reruntuhan di lokasi-lokasi tersebut.

Tahap pertama proyek dimulai pada akhir November 2025 dan berlangsung selama 500 jam. Dalam tahap tersebut, tim Pertahanan Sipil menemukan sekitar 333 jenazah dan sisa jasad dari sekitar 559 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang di bawah reruntuhan 54 rumah dan bangunan.

Menurut otoritas Palestina di Gaza, dalam tahap pertama kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, Israel seharusnya mengizinkan masuknya alat berat dan peralatan yang diperlukan untuk operasi pencarian korban.

Gencatan senjata tersebut tercapai setelah hampir dua tahun serangan Israel di Gaza. Menurut data yang dikutip dalam laporan tersebut, serangan itu menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya serta menghancurkan atau merusak sebagian besar infrastruktur sipil di Gaza.

Baca juga: Militer Israel Gerebek Dua Sekolah di Tepi Barat saat Tahun Ajaran Baru Dimulai

(Willy Haryono)