Politikus Eropa Khawatir Usai Kemenangan Partai Sayap Kanan Jerman

Kandidat utama Partai AfD, Ulrich Siegmund. Foto: EFE-EPA

Politikus Eropa Khawatir Usai Kemenangan Partai Sayap Kanan Jerman

Fajar Nugraha • 7 September 2026 20:05

Berlin: Politisi Eropa menyuarakan kekhawatiran atas kemenangan bersejarah partai sayap kanan AfD dalam pemilihan negara bagian di Jerman.

Kemenangan telak partai sayap kanan jauh tersebut di Saxony-Anhalt telah memicu peringatan di seluruh Eropa, dengan Menteri Keuangan Prancis menyebutnya sebagai "sinyal yang sangat, sangat mengkhawatirkan".

Kami telah mencapai apa yang memang ingin kami capai. Kami telah mencetak sejarah di negara bagian ini," ujar kandidat utama AfD, Ulrich Siegmund.

Para politisi Eropa mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai dampak kemenangan partai sayap kanan jauh, Alternative for Germany (AfD), dalam pemilihan negara bagian Saxony-Anhalt pada Minggu 6 September 2026.

Politisi Eropa menyuarakan kekhawatiran atas kemenangan bersejarah partai sayap kanan jauh Alternative for Germany (AfD) di negara bagian Saxony-Anhalt, Jerman, seraya memperingatkan bahwa hasil tersebut dapat berdampak melampaui batas negara Jerman dan mencerminkan menguatnya kekuatan populis serta sayap kanan jauh di seluruh Eropa.

AfD meraih 43,8 persen suara dan 39 dari 83 kursi dalam pemilihan hari Minggu tersebut ,lebih dari dua kali lipat perolehan suara mereka sebelumnya, dan unggul jauh di atas partai Christian Democratic Union (CDU) yang memperoleh 17,2 persen.

Meskipun AfD tidak mencapai mayoritas mutlak, hasil ini menandai performa terkuat mereka sepanjang sejarah dalam pemilihan daerah di Jerman.

AfD telah menjadi partai paling populer di Jerman pada tingkat nasional dan berupaya memperkuat posisinya untuk memajukan agenda mereka, yang mencakup pembatasan ketat terhadap imigrasi, pemulihan hubungan dengan Rusia, pengurangan dukungan bagi Ukraina, serta keluar dari zona euro.

Seluruh partai arus utama Jerman menolak untuk bekerja sama dengan AfD, yang telah diklasifikasikan sebagai kelompok ekstremis sayap kanan oleh kantor badan intelijen domestik Jerman setempat.

Di Prancis, Menteri Keuangan Roland Lescure menggambarkan hasil tersebut sebagai "sinyal yang sangat, sangat mengkhawatirkan" dan mengaitkannya dengan kebangkitan populisme yang lebih luas di tingkat internasional.

"Hal ini jelas mengirimkan sinyal yang sangat, sangat mengkhawatirkan," ujar Menteri Keuangan Prancis Roland Lescure kepada radio RTL, seperti dikutip dari TRT World, Senin 7 September 2026.

Menteri Urusan Eropa Benjamin Haddad menyebut hasil tersebut sebagai "momen serius" bagi Eropa dan menyatakan bahwa para politisi arus utama harus merespons kekhawatiran pemilih tanpa beralih ke nasionalisme atau xenofobia.

Di Polandia, Perdana Menteri Donald Tusk bereaksi lebih keras lagi dengan mengatakan bahwa "hanya orang bodoh atau pengkhianat" yang bisa bersukacita atas kemenangan AfD. Komentarnya secara khusus ditujukan kepada anggota oposisi Polandia yang menyambut baik hasil perolehan suara partai Jerman tersebut.

Peringatan juga datang dari Ceko. Politisi oposisi Vít Rakusan menyatakan kekhawatirannya atas keberhasilan AfD, dengan berpendapat bahwa partai-partai demokratis perlu menangani isu-isu sosial dan ekonomi secara lebih efektif jika ingin mencegah "kekuatan populis" mendapatkan pengaruh lebih luas.

"Kemenangan AfD di Saxony-Anhalt menunjukkan betapa berbahayanya ketika kaum demokrat membiarkan isu-isu krusial seperti migrasi dan masalah sosial mendesak lainnya dikuasai oleh kaum populis," ujar Rakusan.

Ini akan menjadi kali pertama sebuah partai sayap kanan jauh berada dalam jangkauan kekuasaan di tingkat negara bagian sejak Perang Dunia II.

Terlepas dari apakah AfD pada akhirnya akan memerintah atau tidak, hasil ini merupakan pukulan telak bagi Merz, yang partai berhaluan kanan-tengahnya telah memimpin Saxony-Anhalt selama 24 tahun.

(Fajar Nugraha)