PHR mencatat potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari dari Sumur Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Foto: dok PHR.
PHR Temukan Potensi Produksi 2.035 BOPD dari Sumur Menggala South-21
Ade Hapsari Lestarini • 24 July 2026 11:35
Pekanbaru: PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD) dari Sumur Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Hasil uji awal juga menunjukkan water cut nol persen yang mengindikasikan produksi minyak tanpa kandungan air.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya PHR mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi minyak nasional melalui pengembangan lapangan eksisting di WK Rokan. Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menargetkan reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki.
Selama pengeboran, tim menghadapi sejumlah tantangan teknis, antara lain long open hole section, potensi sloughing shale, loss circulation, fault crossing, hingga risiko differential sticking pada interval produksi. Meski demikian, pekerjaan dapat diselesaikan melalui perencanaan yang matang, penerapan metode pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi.
General Manager Zona Rokan Andre Wijanarko mengatakan keberhasilan pengeboran Sumur Menggala South-21 menunjukkan potensi pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih cukup besar.

PHR mencatat potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari dari Sumur Menggala South-21 di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Foto: dok PHR.
"Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu mengeksekusi program pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan potensi produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara," ujar Andre, dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 Juli 2026.
Pengeboran Sumur Menggala South-21 dimulai pada Juni 2026 dan selesai pada 19 Juli 2026. Selain menghasilkan potensi produksi yang tinggi, proyek tersebut rampung sekitar sembilan persen lebih cepat dari rencana dan mencatat efisiensi biaya 44 persen. Operasi pengeboran menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja.
Keberhasilan tersebut memperkuat prospek pengembangan lapangan di area Menggala dan sekitarnya. PHR akan melanjutkan evaluasi subsurface serta optimasi pengembangan lapangan untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional.
Perseroan juga menegaskan komitmennya menjalankan kegiatan eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan secara prudent dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi, keselamatan kerja, keandalan operasi, dan keberlanjutan guna mendukung ketahanan energi nasional.