Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Pejabat Senior AS Desak Trump Hindari Eskalasi Perang dengan Iran
Muhammad Reyhansyah • 27 July 2026 12:03
Washington: Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan mendesak Presiden Donald Trump agar tidak meningkatkan konflik dengan Iran menjadi perang berskala besar.
Menurut laporan CNN, mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Vance dan Caine menyampaikan pandangan itu dalam pertemuan di Gedung Putih pada Jumat, 24 Juli 2026.
Caine menjelaskan bahwa persediaan amunisi AS mulai menipis, meski militer masih memiliki sejumlah opsi operasi. Ia juga memperingatkan potensi konsekuensi apabila Washington kembali melancarkan operasi tempur skala penuh.
CNN juga melaporkan para pejabat militer memperingatkan bahwa eskalasi konflik berisiko menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, memperluas konflik di kawasan, serta memicu krisis pengungsi dan serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi maupun fasilitas desalinasi di negara-negara Teluk.
Selain itu, para pejabat disebut mengingatkan ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur sipil seperti jalan, jembatan, dan pembangkit listrik dapat berdampak pada jutaan warga Iran yang bergantung pada layanan tersebut.
Sementara itu, Axios melaporkan Panglima Komando Pusat AS (CENTCOM) Jenderal Brad Cooper merekomendasikan penghentian sementara kampanye pemboman terhadap Iran setelah menilai sasaran operasi yang telah ditetapkan sebagian besar telah habis dan serangan lanjutan tidak lagi memberikan keuntungan strategis tanpa eskalasi menjadi perang terbuka.
Menurut Axios, penilaian tersebut menjadi salah satu pertimbangan Trump untuk menghentikan sementara operasi militer pada Jumat. Laporan itu juga menyebut Caine memperingatkan bahwa berkurangnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara dapat meningkatkan risiko terhadap personel AS dan sekutunya di kawasan. CENTCOM menolak mengomentari laporan tersebut.
Di sisi lain, Trump membantah kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan amunisi. Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, ia mengatakan AS memiliki "jauh lebih banyak amunisi daripada negara mana pun di dunia, dan jauh lebih banyak daripada yang kami perlukan."
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz sebelumnya mengatakan Trump memutuskan menghentikan sementara serangan untuk memberi ruang bagi upaya diplomasi dengan Iran.
Baca juga: Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Persediaan Rudal Patriot Jadi Sorotan