Menteri Ketenagakerjaan Yassierli usai pembukaan Pameran Kesempatan Kerja yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Jakarta, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Harianto
Program Magang Nasional Fasilitasi Tenaga Kerja Masuk Industri
Achmad Zulfikar Fazli • 28 July 2026 14:40
Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program Magang Nasional menjadi upaya pemerintah memfasilitasi para lulusan memasuki dunia industri. Program ini akan memberikan penguatan kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan serta peningkatan peluang kerja nasional.
"Alhamdulillah kami dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun ini Pak Presiden (Prabowo Subianto) punya fokus untuk mempersiapkan tenaga kerja masuk kepada dunia industri. Ini fokus kami saat ini," kata Yassierli dalam pembukaan Pameran Kesempatan Kerja/Job Fair bertajuk AI Career Boost Day 2026 di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Pemerintah menyiapkan kuota program Magang Nasional meningkat dari 100 ribu menjadi 150 ribu peserta. Mereka memperoleh kesempatan mengikuti magang selama enam bulan dengan uang saku ditanggung sepenuhnya pemerintah.
Peserta magang di Jakarta memperoleh uang saku sekitar Rp5,7 juta per bulan. Sedangkan, peserta di Bekasi dan Karawang menerima sekitar Rp5,9 juta yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Yassierli mengungkapkan 30 persen dari 100 ribu peserta peserta magang di tahun sebelumnya, memperoleh tawaran kerja. Tawaran tersebut berasal dari perusahaan tempat mereka menjalani magang, bahkan sebelum program berakhir.
"Tahun lalu angkatan pertama 100.000 orang (peserta magang nasional) dan alhamdulillah sudah selesai, 30 persen yang magang di industri ditawari kerja di perusahaan tempat dia magang sebelum magangnya selesai," ucap Yassierli.

Ilustrasi dunia kerja. Foto- Dok istimewa
Dia mengatakan tingginya minat perusahaan mengikuti program Magang Nasional menunjukkan kebutuhan industri terhadap tenaga kerja kompeten semakin meningkat. Sehingga, banyak perusahaan mengajukan permohonan memperoleh kuota peserta magang.
"Sekarang perusahaan ngejar ke kita. Ada mungkin ratusan perusahaan ya, ribuan perusahaan, Pak Menteri, Pak Dirjen, bisa nggak kami dapat kuota (magang nasional). Ini semua juga mau," beber Yassierli.
Pada gelombang pertama dengan kuota 50 ribu peserta, jumlah pendaftar mencapai 300 ribu orang. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi lulusan perguruan tinggi mengikuti program peningkatan kompetensi yang disiapkan pemerintah.
"Tapi kita buat sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mem-posting dulu lowongan magangnya, kami verifikasi, kita tidak mau ada magang itu lulusan S1 teknik, disuruh magang jadi resepsionis karena kata perusahaannya ini mumpung lagi gratis katanya. Nah ini yang kita kawal," tegas Yassierli.
Yassierli menegaskan program Magang Nasional menjadi strategi pemerintah mengurangi ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri. Program ini juga untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) unggul agar semakin siap bersaing di dunia kerja.