Menlu Sugiono dalam pertamuan Menlu ASEAN-Korea Selatan di Manila, Filipina. Foto: Kemlu RI
Indonesia Prioritaskan Kemitraan Ekonomi ASEAN-Korea Selatan untuk Perkuat Ketahanan Kawasan
Muhammad Reyhansyah • 23 July 2026 20:00
Manila: Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong penguatan kemitraan ekonomi ASEAN dan Korea Selatan sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan kawasan dalam menghadapi berbagai krisis.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam pertemuan Post-Ministerial Conference ASEAN-Korea Selatan di Manila, Filipina, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia mengatakan integrasi ekonomi yang lebih erat menjadi fondasi penting dalam memperkuat kerja sama kedua pihak.
"Pembangunan kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan yang lebih terintegrasi merupakan langkah awal dalam memperkuat kerja sama kedua pihak," ujar Menlu Sugiono, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri RI.
Menurut Menlu Sugiono, pemutakhiran perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Korea Selatan dilakukan pada momentum yang tepat untuk memperkuat kemitraan ekonomi yang lebih modern, berorientasi ke depan, dan semakin kokoh.
"Pemutakhiran ini akan membuat kemitraan ekonomi kedua pihak yang lebih modern, berorientasi ke depan dan semakin kokoh," katanya.
Ia menambahkan, perluasan perdagangan digital serta pengembangan sektor-sektor strategis lainnya akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha maupun masyarakat untuk memperluas kerja sama.
Menlu Sugiono juga menilai transformasi digital, khususnya melalui peningkatan konektivitas dan literasi digital, menjadi bidang yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, penerapan smart agriculture dapat memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi para petani.
Selain itu, peluncuran ASEAN-Korea High Performance Computing Facility di Jakarta pada Juni 2026 disebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan riset berbasis data di kawasan.
Menlu Sugiono menegaskan ketahanan, perdamaian, dan stabilitas kawasan hanya dapat diwujudkan melalui penguatan multilateralisme, penghormatan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian konflik secara damai.