Menag Sebut Warga Non-Muslim Juga Berhak Dapat Daging Kurban

Menteri Agama (Menag) sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Foto: Metro TV/Iqbal.

Menag Sebut Warga Non-Muslim Juga Berhak Dapat Daging Kurban

Muhammad Iqbal Sidiq • 28 May 2026 12:34

Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa esensi dari ibadah kurban memiliki sisi kemanusiaan. Nasaruddin memandang momentum ini untuk membangun jalinan sosial tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

"Termasuk juga non-muslim, juga berhak untuk mendapatkan hewan kurban. Inilah Islam," ujar Nasaruddin, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu menganalogikan perayaan Iduladha sebagai Lebaran Protein untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang mengalami krisis pangan atau kekurangan gizi. Maka dari itu, umat muslim perlu juga menanam nilai-nilai inklusivitas.

Menag juga menyampaikan sebuah hadis mengenai kisah seorang perempuan Yahudi yang kelaparan. "Kata Rasulullah tidak boleh ada yang kelaparan apa pun agamanya, ambilkan dari miliknya masjid untuk dibagikan kepada mereka," tambah Nasaruddin.

Jika diingat, terdapat juga sejumlah yayasan non-muslim yang turut menyumbangkan hewan kurban. Hal ini cukup mencerminkan, bahwa esensi Iduladha sejatinya adalah untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan.

Proses pengemasan daging kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Istiqlal. Foto: Metro TV/Iqbal.

Nasaruddin juga meminta seluruh lembaga penyalur untuk menjaga amanah. Mereka diminta menghindari praktik manipulasi jatah logistik di lapangan.

"Karena itu saya mohon betul-betul bagilah secara adil, berikanlah kepada mereka yang berhak memang menerimanya," pungkas Nasaruddin.

(Anggi Tondi)