Kemampuan Kelola Kemitraan Strategis Dibutuhkan Pemimpin Hipmi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Medcom.id

Kemampuan Kelola Kemitraan Strategis Dibutuhkan Pemimpin Hipmi

Rahmatul Fajri • 30 May 2026 14:12

Jakarta: Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dinilai memerlukan pemimpin yang mampu mengelola kemitraan strategis. Khususnya, dengan pemerintah.

"Supaya bisa berdampak pada usahawan kelas menengah bawah untuk berkembang, dan itu berdampak pada ekonomi rakyat," kata Direktur Eksekutif lembaga survei dan konsultan Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, saat dihubungi, SAbtu, 30 Mei 2026.

Menurut Dedi, kontestasi menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi, mesti mampu menggambarkan gagasan kemitraan strategis. Jangan sampai, kontestasi berubah menjadi ajang paling dekat dengan kekuasaan. 

"Seharusnya adu gagasan lebih diutamakan, karena kekuasaan sudah cukup solid," kata Dedi.
 


Hipmi ke depan, kata Dedi, harus mampu memutus anggapan masyarakat, bahwa nahkoda merupakan sosok yang dekat dengan kekuasaan. Sebab, peran mereka sangat dibutuhkan masyarakat.

Dedi melihat organisasi usahawan harus berada di tengah-tengah. Sehingga, niat menumbuhkan ekonomi bagi pelaku usaha bisa terdistribusi secara merata.

"Hipmi seharusnya berada di pihak publik," kata Dedi.

Ekonom Center of Economics and Law Studies (Celios), Nailul Huda, melihat Hipmi ke depan harus menjadi 'mitra tanding' pemerintah. Terutama, dalam membuat kebijakan.

Menurut Nailul Huda, Hipmi harus berada di tengah-tengah. Sehingga, bisa tetap objektif menjalankan peran, termasuk memberi warna sebagai perwakilan anak muda.

"Jangan sampai afiliasi kepada pemerintah terlampau kuat, sehingga menghilangkan sisi kritis kaum muda," kata Nailul.


Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Freepik.

Nailul melihat kondisi itu sangat ideal untuk menjalankan sinergi. Sehingga, Hipmi dapat melaksanakan peran sebagai mitra strategs pemerintah.

"Sinergi ini bisa dilakukan asalkan masih dalam koridor bisnis dan pemerintahan," kata Nailul Huda.

Kompetisi menuju Munas XVIII Hipmi semakin memanas. Munas rencananya digelar di Provinsi Lampung pada 10 Juni 2026. Agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI yang baru untuk masa bakti 2026-2029.

Sebanyak empat calon menjadi kontestan dalam Munas XVIII Hipmi. Calon nomor urut pertama yakni Reynaldo Bryan, sementara itu calon nomor urut kedua adalah Ade Jonan Prasetyo, kemudian calon nomor urut tiga adalah Afifuddin Suhaeli Kalla, dan calon keempat adalah Anthony Leong.

(M Sholahadhin Azhar)