Tiongkok Tingkatkan Status Darurat saat Topan Dolphin Mendekat

Tiongkok menaikkan status darurat dan peringatan Topan Dolphin menjadi oranye saat badai mendekati pesisir timur. (Anadolu Agency)

Tiongkok Tingkatkan Status Darurat saat Topan Dolphin Mendekat

Willy Haryono • 8 August 2026 16:43

Beijing: Pemerintah Tiongkok menaikkan respons darurat menghadapi Topan Dolphin ke Level III serta meningkatkan peringatan topan dari kuning menjadi oranye pada Sabtu, 8 Agustus 2026, ketika badai tersebut mendekati pesisir timur negara itu.

Menurut Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok, Topan Dolphin yang merupakan topan ke-13 pada 2026 diperkirakan mendarat di antara Provinsi Zhejiang dan Fujian bagian utara pada Minggu sore hingga Senin pagi, membawa angin kencang dan hujan deras.

Media pemerintah Xinhua melaporkan otoritas telah mengaktifkan langkah-langkah pengendalian banjir di Shanghai, Jiangsu, Zhejiang, Anhui, Fujian, dan Jiangxi.

Pemerintah juga memperingatkan masyarakat mengenai potensi banjir, tanah longsor, dan genangan di kawasan perkotaan.

Jepang Waspadai Longsor

Di Jepang, media NHK melaporkan suhu di Prefektur Kumamoto, yang baru-baru ini diguncang gempa bumi, mencapai 34,9 derajat Celsius pada Sabtu.

Pemerintah mengimbau warga yang masih melakukan proses pemulihan pascagempa agar menghindari aktivitas berat pada siang hari, tetap terhidrasi, dan mewaspadai potensi hujan lebat serta angin kencang akibat Topan Dolphin.

Otoritas juga memperingatkan meningkatnya risiko tanah longsor di wilayah yang terdampak gempa bermagnitudo 7,1 pekan lalu.

Di Taiwan, Topan Dolphin diperkirakan mencapai titik terdekat dengan pulau tersebut pada Sabtu malam atau Minggu, dengan pita hujan terluarnya diperkirakan membawa hujan lebat ke wilayah utara.

Sementara itu di Filipina, Office of Civil Defense melaporkan jumlah korban tewas akibat hujan monsun barat daya dan siklon tropis Luis serta Maymay meningkat menjadi enam orang.

Korban dilaporkan berasal dari Rizal, Benguet, dan La Union.

Baca juga: Banjir akibat Hujan Deras Landa Shaanxi Tiongkok, 115 Ribu Warga Dievakuasi

(Willy Haryono)