Petani menunjukkan kondisi sawah yang mengalami kekeringan di Desa Pematang Bangsal, Kecamatan Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/
BMKG: Efek El Nino, Sumsel Makin Kering hingga September
Lukman Diah Sari • 11 August 2026 22:00
Palembang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena El Nino berstatus kuat menyebabkan kondisi Sumatra Selatan (Sumsel) semakin kering. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga puncak musim kemarau pada Agustus–September 2026.
"Kondisi iklim saat ini turut dipengaruhi fenomena El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, di Palembang, Selasa, 11 Agustus 2026, melansir Antara.
"Untuk puncak musim kemarau di Sumsel diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," jelas dia.
Pihaknya juga memperkirakan penguatan El Nino dapat berdampak terhadap mundurnya awal musim hujan di Sumsel. Sebab, berdasarkan kondisi normal, awal musim hujan seharusnya mulai terjadi pada pertengahan Oktober.

Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
Namun, apabila El Nino berkembang dengan intensitas sangat kuat, awal musim hujan berpotensi mundur hingga akhir Oktober atau awal November.
"Harusnya pertengahan Oktober kita sudah masuk awal musim hujan. Namun, dengan El Nino yang intensitasnya sangat kuat, ada potensi awal musim hujan mundur ke akhir Oktober atau bahkan awal November," kata Wandayantolis.
BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode Agustus dan September, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering.