Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Tasikmalaya, Nelayan Berhenti Melaut

Cuaca ekstrem dan gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter di perairan pantai selatan menyebabkan belasan perahu nelayan yang bersandar di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami kerusakan. (MI)

Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Tasikmalaya, Nelayan Berhenti Melaut

Kristiadi • 13 August 2026 21:28

Tasikmalaya: Gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter melanda perairan pantai selatan menyebabkan belasan perahu nelayan yang bersandar di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah dan Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi 300 nelayan terpaksa berhenti melaut karena kondisi dinilai berbahaya.

"Ada 300 perahu milik nelayan tengah bersandar di Dermaga Pamayangsari dan belasan perahu mengalami kerusakan setelah berbenturan. Karena kondisi dermaga yang sempit, perahu nelayan selama ini tidak bisa dipindah ke lokasi lain. Di pesisir pantai juga ada salah satu rumah yang rusak diterjang gelombang," ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Dedi, ratusan perahu tersebut kini disandarkan di dermaga. Para nelayan yang biasanya melaut memutuskan berhenti sementara demi menjaga keselamatan jiwa. 

"Kami berharap supaya pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, dan pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk merevitalisasi Dermaga Pamayangsari. Karena pembangunan dermaga menjadi kewenangan Pemprov Jabar sesuai aturan, mudah-mudahan revitalisasi dermaga di Pamayangsari ini bisa segera terealisasi," katanya.

Cuaca ekstrem dan gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter di perairan pantai selatan menyebabkan belasan perahu nelayan yang bersandar di Dermaga Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami kerusakan. (MI)

Menurutnya, ratusan nelayan di sepanjang pantai selatan tidak melaut lantaran gelombang tinggi pada masa pergantian musim. Dampaknya, pasokan ikan segar di pasar tradisional ikut menurun karena minimnya tangkapan nelayan.

"Untuk menjaga keselamatan, nelayan di sepanjang pantai selatan, mulai dari Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran memang memilih berhenti berlayar. Jika biasanya nelayan bisa mendapatkan 2 kuintal tangkapan ikan, sekarang semuanya berhenti melaut," pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)