Korban Tewas Kebakaran Feri Filipina Jadi 35 Orang, Lebih dari 50 Masih Hilang

Kebakaran feri MV June Aster di Filipina menewaskan 35 orang, sementara lebih dari 50 penumpang masih hilang. (Anadolu Agency)

Korban Tewas Kebakaran Feri Filipina Jadi 35 Orang, Lebih dari 50 Masih Hilang

Willy Haryono • 12 September 2026 15:51

Manila: Korban tewas insiden kebakaran di kapal feri MV June Aster di perairan Filipina telah bertambah menjadi 35 orang, seiring berlanjutnya operasi pencarian hingga Sabtu, 12 September 2026.

Penjaga Pantai Filipina (PCG) mengatakan telah menemukan 30 jenazah dari bangkai kapal, sementara lebih dari 50 korban lainnya masih dinyatakan hilang. 

MV June Aster membawa lebih dari 130 orang ketika kebakaran terjadi pada Rabu lalu saat kapal mendekati tujuan setelah berangkat dari Manila.

Sebanyak 43 orang berhasil diselamatkan. Sebagian korban selamat kemudian mendapat perawatan di rumah sakit.

PCG mengatakan masih terdapat jenazah lain di dalam kapal yang belum dapat dievakuasi sebelum Jumat akibat asap beracun dan suhu panas yang masih tinggi di dalam bangkai kapal.

Juru bicara PCG, Commodore Noemie Cayabyab, mengatakan sebagian besar jenazah yang telah ditemukan berada di area kamar tidur kapal. MV June Aster diketahui sedang menjalani perjalanan selama sekitar 22 jam ketika kebakaran terjadi.

"Sejumlah lembaga saat ini melakukan proses evakuasi dan identifikasi jenazah sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Cayabyab, dikutip dari BBC.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban yang terdampak insiden tersebut.

Berdasarkan keterangan awal para penyintas, PCG mengatakan kebakaran diduga bermula dari ruang kargo. Petugas juga menemukan bahwa sebagian penumpang tidak mengenakan jaket pelampung ketika kebakaran terjadi.

Salah seorang penyintas yang diselamatkan menggunakan kapal penyelamat mengatakan kepada BBC bahwa ia mendengar teriakan panik ketika api mulai berkobar.

Ia juga mengaku sempat terinjak-injak oleh penumpang lain yang berusaha menyelamatkan diri dari kapal.

Investigasi Keamanan Feri

Otoritas maritim Filipina tengah menyelidiki penyebab kebakaran dan kondisi kapal sebelum insiden.

Feri tersebut dibangun pada 2002 dan dilaporkan memiliki sertifikat keselamatan yang masih berlaku. Kapal juga telah menjalani pemeriksaan pada Maret lalu.

Namun, penyelidik kini memeriksa sejumlah aspek, termasuk kemungkinan ketidaksesuaian data manifes penumpang, keamanan dan integritas pemuatan kargo, serta prosedur tanggap darurat yang dijalankan awak kapal.

MV June Aster diketahui membawa 117 penumpang dan 17 awak kapal.

Operator kapal, Atienza Interisland Ferries, menyatakan akan bekerja sama penuh dalam penyelidikan.

"Hati kami tetap bersama keluarga yang terdampak, dan kami tidak akan berhenti sampai seluruh orang yang berada di kapal dapat ditemukan," kata perusahaan tersebut dalam pernyataan pada Kamis lalu.

Pencarian korban dan proses identifikasi jenazah masih berlangsung, sementara penyelidikan diharapkan dapat mengungkap penyebab kebakaran serta memastikan apakah terdapat kelalaian dalam prosedur keselamatan kapal.

Baca juga: Kebakaran Kapal Feri di Filipina Tewaskan 5 Orang, 87 Lainnya Hilang

(Willy Haryono)