Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat. (metrotvnews.com/Hendrik S)
DLHK Tangerang Klaim Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Mulai Membaik
Hendrik Simorangkir • 7 July 2026 11:57
Tangerang: Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kedelapan. Meskipun asap masih mengepul, kualitas udara di sekitar lokasi diklaim berangsur membaik.
"Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara, adanya penurunan konsentrasi partikulat ukuran 10 mikrometer. PM10 itu berarti butiran debunya agak kasar. Jadi PM10 ini sudah di bawah normal," ujar ?Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, Selasa, 7 Juli 2026.
.jpeg)
Helikopter water bombing melaksanakan pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin melalui udara pada Senin (6/7). (Dok BNPB)
Ujat mengungkap, konsentrasi partikulat 2,5 mikrometer masih berada di atas baku mutu pada jam-jam tertentu, yang artinya bersifat fluktuatif.
"Nilai ambiennya untuk PM2.5 ini saya kasih contoh, PM2.5 itu 55, di jam 00.00 WIB ini nilainya 46,5, kemudian di jam 00.30 WIB itu 55,30, serta di jam 03.30 WIB itu 28,5. Artinya fluktuatif tapi masih di bawah normal ya untuk PM2.5 itu," papar Ujat.
Dia menjelaskan, selain mengukur PM2.5 dan PM10, pihaknya juga memantau kadar nitrogen dioksida (NO2) dan sulfur dioksida (SO2) yang dihasilkan dari pembakaran timbunan sampah, terutama material plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan.
"Yang tinggi lagi ada itu NO2 (nitrogen dioksida), itu di jam-jam tertentu saja. Kemudian ada SO2 juga masih di atas baku mutu," jelas Ujat.
Meski relatif aman, dia mengimbau warga yang beraktivitas di sekitar area lokasi kebakaran untuk selalu mengenakan masker. ?Berdasarkan pantauan di lokasi, terlihat titik api masih terjadi di beberapa lokasi. Petugas gabungan masih berjibaku untuk penanganan kebakaran tersebut.