IHSG Menguat 1,93% ke 7.184 Dipicu Pernyataan Donald Trump soal Konflik Iran

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

IHSG Menguat 1,93% ke 7.184 Dipicu Pernyataan Donald Trump soal Konflik Iran

Ade Hapsari Lestarini • 1 April 2026 17:13

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup naik mengikuti bursa kawasan Asia, dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu 2-3 pekan.

IHSG ditutup menguat 136,22 poin atau 1,93 persen ke posisi 7.184,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 10,98 poin atau 1,53 persen ke posisi 726,79.

"Sentimen ini dilatarbelakangi pernyataan Presiden AS Donald Trump, AS dapat mengakhiri keterlibatan militernya di Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya, dilansir Antara, Rabu, 1 April 2026.

Di sisi lain, dikabarkan juga Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesediaan untuk mengakhiri permusuhan dengan sejumlah syarat, termasuk jaminan internasional.

"Tentunya kondisi ini memberikan sebuah harapan meredanya ketegangan antara AS dengan Iran," ujar Nico.

Sementara dari dalam negeri, data indeks manufaktur cenderung stagnan dari bulan sebelumnya, namun masih menunjukkan fase ekspansi. S&P Global melaporkan Indeks PMI (Purchasing Manager's Index) Manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 50,1 pada Maret 2026, dari sebelumnya 53,8 pada Februari 2026.

"Penurunan tersebut tidak terlepas dari ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, serta kenaikan harga bahan baku," ujar Nico.


Ilustrasi. Foto: dok MI
 

 

Neraca dagang surplus


Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan posisi neraca perdagangan Februari membukukan surplus sebesar USD1,28 miliar, yang memiliki sisi positif menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut.

BPS juga melaporkan laju inflasi Maret sebesar 0,41 persen month to month (mtm) dan sebesar 3,48 persen year on year (yoy), atau masih dalam rentang target Bank Indonesia (BI) yang berkisar 2,5 plus minus 1 persen, sehingga mencerminkan laju inflasi yang cenderung terkendali.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 5,57 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 5,01 persen dan 3,59 persen Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,14 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CHEM, ALKA, YPAS, KOCI dan BULL. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DATA, NZIA, WEHA, TALF dan ATAP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.014.275 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,54 miliar lembar saham senilai Rp16,47 triliun. Sebanyak 475 saham naik, 209 saham menurun, dan 135 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 2.709,28 poin atau 5,31 persen ke 53.773,00, indeks Shanghai menguat 56,69 atau 1,46 persen ke 3.948,55, indeks Hang Seng menguat 505,89 poin atau 2,04 persen ke posisi 25.294,03, dan indeks Straits Times menguat 97,09 poin atau 1,99 persen ke posisi 4.982,54.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)