Tim BBKSDA Riau ketika mengukur jejak kaki harimau di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. ANTARA/HO-BBKSDA Riau
Bocah 12 Tahun Tewas Diterkam Harimau, BBKSDA Riau Pasang Kamera Jebak
Whisnu Mardiansyah • 10 July 2026 16:58
Pelalawan: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau memasang kamera jebak di lokasi seorang bocah berusia 12 tahun ditemukan tewas usai diterkam harimau Sumatra di Kabupaten Pelalawan.
Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 7 Juli 2026, dini hari, di kawasan areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) di Desa Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan.
"Saat ini tim sedang melakukan pemasangan camera trap (kamera jebak) di sekitar lokasi kejadian," kata Kepala BBKSDA Riau, Supartono, di Pekanbaru, seperti dilansir Antara, Jumat, 10 Juli 2026.
Berdasarkan hasil investigasi, korban diserang sekitar pukul 04.30 WIB ketika berada di luar kamar mandi kamp pekerja. Saat itu, korban sedang menemani kakaknya mencuci peralatan makan.
Harimau diduga masuk melalui pagar belakang camp yang rusak dan dalam kondisi terbuka. Korban langsung diseret dan ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka di leher bagian kiri dan kanan.
Pengukuran tim di lapangan mencatat lokasi kejadian berada di camp pekerja PBPH-HTI, sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER). Secara administratif, lokasi ini masuk wilayah Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.
Tim juga menemukan jejak harimau sumatra di sekitar camp. Ukuran jejak tercatat panjang 16 cm dan lebar 15 cm, dengan jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 cm.
.jpg)
Ilustrasi: Harimau Sumatra masuk kandang jebak di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. ANTARA/HO-Dok Warga
BBKSDA Riau mengimbau masyarakat, pekerja, dan perusahaan di sekitar habitat harimau sumatra untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian, terutama pada malam hingga dini hari.
"Tim BBKSDA Riau akan terus melakukan upaya penanganan secara terukur bersama pihak terkait, dengan tetap mengedepankan keselamatan manusia serta pelestarian harimau sumatra sebagai satwa yang dilindungi," tutur Supartono.