Kasus Influenza di Depok Meningkat, Dinkes Ingatkan Kelompok Rentan

Ilustrasi freepik

Kasus Influenza di Depok Meningkat, Dinkes Ingatkan Kelompok Rentan

Kisar Rajaguguk • 25 September 2026 17:13

Depok: Kasus influenza di Kota Depok, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok hingga 25 September 2026, proporsi hasil positif influenza dalam pemeriksaan laboratorium mencapai 90 persen selama empat minggu terakhir.

Dalam periode tersebut, jumlah kasus tercatat meningkat dari 140 menjadi 266 kasus. Kondisi ini menjadi perhatian Dinkes Kota Depok untuk memperkuat kewaspadaan masyarakat terhadap risiko penularan influenza.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Mayori mengatakan peningkatan kasus menjadi perhatian pihaknya. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak merespons kondisi tersebut secara berlebihan.

“Tidak perlu ditanggapi berlebihan, meskipun tetap saja perlu disiapkan mitigasi risikonya,” jelas Devi, Jumat, 25 September 2026.

Devi menjelaskan influenza pada umumnya disebabkan virus influenza tipe A dan B. Infeksi tersebut dapat ditandai dengan sejumlah gejala yang perlu diperhatikan masyarakat.

Gejala influenza antara lain demam yang dapat disertai menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hidung berair atau tersumbat, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, serta kelelahan.
 


Dinkes Depok juga mengingatkan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.

Kelompok tersebut meliputi lanjut usia berusia lebih dari 65 tahun, anak-anak berusia di bawah lima tahun, orang dengan penyakit kronis, serta masyarakat dengan kondisi penurunan sistem kekebalan tubuh.

“Kelompok masyarakat yang rentan adalah lansia di atas 65 tahun, anak-anak di bawah 5 tahun, orang dengan penyakit kronis, dan orang yang mengalami penurunan tingkat kekebalan lainnya,” tuturnya.


Warga Diminta Perkuat Pencegahan

Untuk menekan risiko penularan, Devi mendorong masyarakat menerapkan kebiasaan hidup sehat sekaligus menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar.

Pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan etika batuk dan bersin, mencuci tangan secara rutin, serta mengurangi kontak erat dengan orang yang sedang mengalami influenza.

“Menjaga pola hidup sehat perlu dibarengi dengan penerapan etika batuk dan bersin, mencuci tangan secara rutin, serta menghindari kontak erat dengan orang yang sedang mengalami influenza,” ucapnya.

Penggunaan masker juga disarankan, terutama bagi masyarakat yang sedang sakit. Langkah tersebut diperlukan untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada orang lain.


Ilustrasi ISPA. Foto: Medcom.id.


Selain itu, vaksinasi influenza dapat menjadi salah satu upaya pencegahan, terutama bagi kelompok masyarakat yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.

Devi kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan berbagai langkah pencegahan guna mengurangi risiko tertular virus influenza.

“Terapkan gaya hidup sehat, etiket batuk atau bersin, sering mencuci tangan, hindari kontak erat dengan orang yang sedang flu, gunakan masker jika sakit, dan vaksinasi influenza untuk kelompok rentan,” tutupnya.

(Whisnu M)