Puji Kinerja, Prabowo Langsung Tantang Danantara Cetak RoA 7%

Presiden Prabowo Subianto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026. Foto: Tangkapan layar Breaking News Metro TV.

Puji Kinerja, Prabowo Langsung Tantang Danantara Cetak RoA 7%

Husen Miftahudin • 13 February 2026 17:03

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memuji hasil kinerja Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang berhasil menekan angka kebocoran anggaran pemerintah.

Meski, usia pengelola investasi strategis yang dibentuk Prabowo untuk mengonsolidasikan dan mengoptimalkan aset negara serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu, belum genap satu tahun.

"Saya berterima kasih kepada Danantara yang mungkin kurang dari satu tahun tapi Saudara sudah menghasilkan efisiensi reformasi, dan melahirkan hasil empat kali lipat daripada 2024," ucap Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang disiarkan secara langsung pada tayangan Breaking News Metro TV, Jumat, 13 Februari 2026.

Meski mengaku bangga dan menyebut hal itu merupakan capaian yang luar biasa, Kepala Negara meminta Danantara untuk terus meningkatkan efisiensi anggaran negara. Sebab, Prabowo masih melihat kebocoran-kebocoran besar pada sejumlah anggaran.

Bahkan Prabowo meminta Danantara untuk membukukan tingkat pengembalian aset atau return on assets (RoA) sebesar tujuh persen dalam waktu dekat. Target itu ia mintakan langsung kepada CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani yang juga turut hadir dalam acara tersebut.

"Saya menuntut return on assets tujuh persen. Kepala Danantara bisa? Kok siapnya kurang tegas gitu ya. Siap gitu loh," ucap Prabowo yang langsung dijawab kesiapan tegas oleh Rosan. "Nah, gitu," kata Prabowo menimpali.

"Tidak usah khawatir. Saya ingat selalu apa yang dikatakan Bung Karno, gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang, kan begitu. Siap dulu," sambung Prabowo.
 

Baca juga: Prabowo: Pengusaha dan Kepala Daerah Akui MBG Bikin Ekonomi Daerah Menggeliat


(CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani saat menyatakan kesiapannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar Breaking News Metro TV)
 

Bidik aset kelolaan naik 3 kali lipat


Dalam Panel Diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia Mohamad Al-Arief mengungkapkan, saat ini total aset Danantara mencapai USD900 miliar (Rp15,29 kuadriliun, kurs Rp16.985 per USD).

Ia bahkan mengungkapkan, Danantara Indonesia menargetkan untuk meningkatkan nilai keseluruhan dari aset yang dikelola menjadi tiga kali lipat pada 2030, salah satunya melalui transformasi dan konsolidasi BUMN.

"Dalam lima tahun mendatang, kami harus meningkatkan (aset) melalui penciptaan nilai dan sebagainya, dan secara bertahap mencapai tujuan kami untuk melipatgandakan jumlah tersebut hingga tiga kali lipat pada 2030," ucap Al-Arief.

Untuk merealisasikan target tersebut, ia mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan konsolidasi terhadap 1,068 BUMN menjadi 221 entitas usaha dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

Al-Arief menyatakan, saat ini ribuan perusahaan pelat merah yang menjadi portofolio Danantara tersebut berada di bawah pengelolaan sekitar 50 holding di berbagai sektor.

"Mungkin dalam tiga-empat tahun, dari 1.068 (perusahaan) akan bertransformasi menjadi 200 lebih Badan Usaha Milik Negara yang dikelola secara profesional agar lebih kompetitif dalam jangka panjang," ucap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)