Indonesia Dorong Pihak Bertikai di Yaman Utamakan Upaya Dialog

Serangan yang diarahkan ke Yaman dan menghantam kelompok STC. Foto: Al-Jazeera

Indonesia Dorong Pihak Bertikai di Yaman Utamakan Upaya Dialog

Fajar Nugraha • 8 January 2026 08:29

Jakarta: Pemerintah Indonesia mendorong semua pihak yang bertikai di Yaman bisa menahan diri dan mengedepankan dialog. Sebelumnya Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di Provinsi Dali, Yaman selatan, pada Rabu dini hari, 7 Januari 2026, waktu setempat.

Serangan itu disebut menyasar pasukan separatis setelah pemimpin Dewan Transisi Selatan atau Southern Transitional Council (STC), Aidarous al-Zubaidi, dilaporkan melarikan diri menjelang keberangkatannya ke Riyadh untuk perundingan damai.


“Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri, dan mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif dalam menyelesaikan perbedaan,” pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dikutip dari akun resminya di X, Kamis 8 Januari 2026.

“Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman selatan, Indonesia  menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman selatan,” imbuh pernyataan itu.

Dalam pernyataan resmi, koalisi menyebut al-Zubaidi dijadwalkan terbang dari Kota Aden pada Selasa malam untuk menghadiri pembicaraan guna mengakhiri konflik antara STC dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Namun, ia tidak menaiki pesawat dan disebut melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui.

Koalisi mengklaim menerima informasi bahwa al-Zubaidi telah memobilisasi kekuatan besar yang dilengkapi kendaraan lapis baja serta senjata berat dan ringan di Provinsi Dali.

“Koalisi meluncurkan serangan pendahuluan pada pukul 04.00 waktu setempat untuk menggagalkan upaya eskalasi konflik,” demikian bunyi pernyataan koalisi.

STC belum memberikan tanggapan atas serangan tersebut. Kelompok ini sebelumnya mendukung pemerintah Yaman melawan pemberontak Houthi di Yaman utara. Namun pada Desember lalu, STC melancarkan ofensif terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dengan tujuan membentuk negara merdeka di wilayah selatan. STC diketahui mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)