Jangan Panik, Dinkes Semarang Pastikan Super Flu Tidak Berbahaya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Abdul Hakam. ANTARA/Zuhdiar Laeis

Jangan Panik, Dinkes Semarang Pastikan Super Flu Tidak Berbahaya

Silvana Febiari • 7 January 2026 06:40

Semarang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang meminta masyarakat tidak panik terhadap maraknya pemberitaan soal virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu yang sudah masuk Indonesia. Namun, masyarakat tetap diimbau waspada untuk mencegah penularan.

Kepala Dinkes Kota Semarang dr Abdul Hakam menjelaskan super flu sebetulnya sama persis dengan virus influenza tipe A, tetapi subclade-nya tipe K. "Jadi, ini virus influenza tipe A, cuma virus yang subclade K ini penyebarannya lebih cepat. Tapi, apakah kemudian 'mortality'-nya tinggi, kemudian angka rawat inapnya tinggi, ternyata tidak," katanya, dikutip dari Antara, Rabu, 7 Januari 2026. 

Ia menjelaskan gejala super flu sama seperti flu pada umumnya, yakni batuk dan pilek. Cara pengobatannya juga sama, yaitu dengan istirahat yang cukup serta mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
 


"Kalau misalnya demam, ya, tambah (obat) buat demam. Kalau belum sembuh silakan pergi ke puskesmas, ke klinik ataupun ke rumah sakit jika diperlukan penanganan lebih lanjut," ujarnya. 

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus super flu di Kota Semarang. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik meski marak informasi mengenai virus tersebut.

"Kan sebetulnya (super flu) diketahui sejak bulan Agustus tahun lalu. Sampai sampai dengan hari ini, beberapa sampel yang sudah kami bawa ke laboratorium di tingkat nasional tidak ada yang ke subclade K," ungkapnya.

Kondisi kebugaran, kata dia, berpengaruh terhadap penyebaran virus. Ketika kondisi tubuh menurun maka virus dengan mudah menyerang, termasuk super flu.

"Maka ketika kita sudah mulai tenggorokan sakit. Kemudian, mulai flu, maka hentikan aktivitas, istirahat di rumah, 'bed rest'. Makan yang segar, habis itu 'me time', misalnya nonton drakor, atau selawatan. Itu pasti meningkatkan imunitas," jelasnya. 

Hakam juga mengimbau mereka yang mengalami gejala flu untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas, serta memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain.


Ilustrasi pencegahan penyakit menular. Foto: Istimewa.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa influenza A (H3N2) subclade K atau yang disebut sebagai super flu sudah ada sejak lama, seperti flu biasa. Virus ini tidak mematikan seperti saat Covid-19 atau tuberkulosis (TBC).

"Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti Covid-19 mematikannya. Tidak. Ini adalah flu biasa. influenza H3N2," katanya.

Layaknya flu biasa, penyakit itu bisa kembali muncul jika terinfeksi. Setiap musim dingin, kasus akibat virus itu selalu naik di negara empat musim, namun di negara seperti Indonesia tidak terlalu tinggi kenaikannya.

"Itu sebabnya di negara-negara tersebut ada vaksin influenza setiap tahun yang mereka suntikkan," ucap Budi. 

Meski tidak berbahaya seperti Covid-19, warga tetap diingatkan untuk selalu menjaga kesehatan dan imunitas. Caranya dengan istirahat yang cukup serta rutin berolahraga. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)