Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning. (Antara)
Tiongkok Desak AS-Iran Tahan Diri Jelang Perundingan Nuklir
Muhammad Reyhansyah • 25 February 2026 07:30
Beijing: Pemerintah Tiongkok mendesak semua pihak menahan diri di saat Amerika Serikat (AS) terus memperkuat kehadiran militernya di Teluk Persia sambil menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan nuklir.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, mengatakan kepada wartawan di Beijing bahwa “eskalasi situasi tidak menguntungkan siapa pun,” menanggapi pertanyaan mengenai ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan terbatas apabila Teheran gagal mencapai kesepakatan.
Komentar Mao muncul ketika delegasi Iran dan Amerika Serikat bersiap kembali bertemu di Jenewa pada Kamis dalam pembicaraan yang dimediasi Oman, putaran terbaru dari dorongan diplomatik berisiko tinggi.
“Tiongkok mengikuti dengan cermat perkembangan terkait. Kami mendesak semua pihak untuk tetap menahan diri,” ujarnya, dikutip dari Yeni Safak, Selasa, 24 Februari 2026.
Sikap Beijing mencerminkan meningkatnya kekhawatiran internasional ketika waktu negosiasi semakin sempit di tengah pengerahan militer AS dalam skala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya serta latihan terbaru Korps Garda Revolusi Iran.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, pada Senin menegaskan pendekatan ganda Washington saat berkunjung ke Colorado dengan menyatakan bahwa “semua opsi tetap terbuka” terkait Iran.
Sambil menegaskan kembali preferensi Trump terhadap solusi diplomatik, Hegseth memastikan militer AS telah menyiapkan rencana darurat jika Iran menolak mencapai kesepakatan.
“Itu keputusan presiden. Kami di sini untuk membantu memastikan kesepakatan tercapai. Saya pikir Iran akan bijak jika membuat kesepakatan yang baik,” katanya kepada wartawan, seraya menolak menyingkirkan kemungkinan serangan namun menekankan pemerintah tetap terbuka pada negosiasi.
Pertemuan di Jenewa pada Kamis dipandang sebagai momen krusial. Kedua pihak memberikan penilaian berbeda terhadap pembicaraan tidak langsung sebelumnya, pejabat Iran menyebut suasananya “konstruktif”, sementara Wakil Presiden AS, JD Vance, menilai Teheran masih enggan membahas garis merah utama Washington.
Seruan Tiongkok untuk menahan diri, yang juga digaungkan sejumlah aktor internasional lain, menegaskan besarnya taruhan global ketika Washington menunjukkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan sambil mempertahankan tekanan maksimum agar Iran menerima syarat sebelum batas waktu yang ditetapkan Trump berakhir.
Baca juga: Trump Bantah Jenderal AS Peringatkan Risiko Serangan ke Iran