Harga minyak mentah naik, Australia potong pajak bahan bakar. Foto: ABC Australia
Australia Pangkas Pajak Bahan Bakar Akibat Konflik Timur Tengah
Muhammad Reyhansyah • 30 March 2026 19:10
Canberra: Pemerintah Australia memutuskan untuk memangkas pajak bahan bakar hingga setengahnya selama tiga bulan sebagai respons terhadap lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan meringankan beban masyarakat saat mengisi bahan bakar.
“Kami memangkas pajak bahan bakar menjadi setengah selama tiga bulan untuk membantu Anda menghemat pengeluaran saat mengisi bahan bakar,” ujarnya dalam unggahan di platform X, dikutip dari Anadolu, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga di dalam negeri dan meningkatkan tekanan terhadap masyarakat.
“Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga di dalam negeri. Kami tahu warga Australia merasakan tekanan tersebut,” katanya.
Albanese menegaskan bahwa pemerintah akan membuat harga setiap liter bensin dan diesel lebih murah hingga 30 Juni, sekaligus mengambil langkah tegas terhadap praktik penetapan harga yang tidak wajar.
“Kami juga akan menindak praktik kenaikan harga bahan bakar yang tidak wajar dengan denda besar,” ujarnya, seraya mengingatkan bahwa situasi global masih diliputi ketidakpastian.
Kebijakan ini diambil ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki bulan kedua dan terus menekan pasokan energi global.
Australia menjadi salah satu negara pertama yang melepas cadangan minyak strategisnya serta memesan cadangan bahan bakar darurat dari Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade.
Di tengah lonjakan harga domestik, negara bagian Victoria dan Tasmania juga mengumumkan layanan transportasi publik gratis pada Minggu guna mengurangi beban masyarakat.