Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Anadolu
Melalui Pakistan, Iran Sampaikan Syarat Terkait Selat Hormuz kepada AS
Fajar Nugraha • 26 August 2026 07:41
Teheran: Iran telah menyampaikan syarat-syaratnya terkait Selat Hormuz kepada Amerika Serikat (AS) melalui panglima militer Pakistan, Asim Munir.
Dilaporkan kantor berita Iran, Tasnim, pada Selasa 25 Agustus 2026, berdasarakan sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran yang menyatakan bahwa kunjungan Munir tidak dimaksudkan untuk melontarkan ancaman, melainkan untuk menyampaikan posisi Teheran dan membuka jalan bagi kemungkinan perundingan.
"Posisi Teheran telah disampaikan secara jelas kepada pihak Pakistan dalam pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh (Panglima) Munir," menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Tasnim, syarat-syarat Teheran mencakup tuntutan agar AS kembali mematuhi Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dan melaksanakan ketentuan-ketentuannya.
Iran secara khusus menuntut pelaksanaan Pasal 5 MoU tersebut, yang memuat pengaturan terkait Selat Hormuz.
Pasal 5 mengharuskan Iran untuk menjamin keamanan pelayaran komersial yang melintasi jalur air tersebut serta berkonsultasi dengan Oman mengenai pengelolaan selat di masa depan, termasuk layanan maritim.
Munir mengunjungi Teheran pada hari Senin dan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta Sekretaris Keamanan Nasional Mohsen Rezaei.
Pada akhir Februari, AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran, yang memicu Teheran untuk membalas dengan menyerang Israel dan target-target militer AS di seluruh kawasan tersebut.
Pada pertengahan Juni, Washington dan Teheran -,dengan mediasi Pakistan dan Qatar,- menandatangani MoU tersebut, namun pelaksanaannya kemudian terhenti akibat perbedaan pendapat terkait Selat Hormuz.
Bulan lalu, AS kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran, dan Teheran merespons dengan menyerang aset-aset militer AS di sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan Washington.