Thailand Nilai BRICS Jadi Platform Strategis Perluas Perdagangan dan Investasi

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow. Foto: TV BRICS

Thailand Nilai BRICS Jadi Platform Strategis Perluas Perdagangan dan Investasi

Muhammad Reyhansyah • 19 August 2026 20:16

Bangkok: Thailand menilai BRICS dapat menjadi platform penting untuk memperluas arus perdagangan dan investasi internasional.

Bangkok juga melihat keterlibatannya dalam kelompok tersebut sebagai peluang untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan lebih banyak negara.

Dalam wawancara eksklusif dengan TV BRICS, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan BRICS dapat membantu negara-negara anggotanya menjaga kelancaran perdagangan dan investasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

"BRICS dapat memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran perdagangan dan investasi. Kelompok ini juga dapat menjadi sarana bagi kita semua untuk terlibat dan melihat peluang-peluang ekonomi," kata Sihasak dikutip dari TV BRICS, Rabu, 19 Agustus 2026.

Thailand bergabung dengan BRICS sebagai negara mitra pada 2025 dan kini tengah mengupayakan keanggotaan penuh pada 2026. 

Menurut Sihasak, keterlibatan tersebut memberikan Bangkok kesempatan memperluas hubungan dengan negara-negara lain dalam bidang perdagangan, investasi, serta hubungan antarmasyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dalam mendorong kerja sama ekonomi. Menurutnya, pemerintah berperan menciptakan kondisi yang mendukung perdagangan dan investasi, sementara dunia usaha menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi.

Sihasak mengatakan Thailand telah memiliki hubungan kuat dengan sejumlah negara BRICS, tetapi masih melihat ruang untuk memperluas kerja sama, termasuk di bidang sains dan sektor lainnya.

Penguatan Konektivitas ASEAN

Dalam strategi ekonomi yang lebih luas, Thailand juga mengaitkan keterlibatan di BRICS dengan penguatan konektivitas di Asia Tenggara. 

Bangkok dijadwalkan memegang keketuaan ASEAN pada 2028 dan menempatkan integrasi ekonomi regional serta peran sentral ASEAN sebagai salah satu prioritas.

Sihasak menyoroti Jalan Raya Trilateral India-Myanmar-Thailand sebagai salah satu proyek yang berpotensi memperkuat hubungan ekonomi antara Asia Tenggara dan Asia Selatan.

"Setelah selesai, jalur ini akan menjadi koridor utama untuk perdagangan, investasi, dan hubungan antarmasyarakat, karena Asia Tenggara sangat penting," ujarnya.

Menurut Sihasak, konektivitas tersebut tidak hanya dapat meningkatkan perdagangan antara Thailand, Myanmar, dan India, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antara Asia Tenggara dan Asia Selatan secara lebih luas.

(Fajar Nugraha)