Ilustrasi. Pexels (Photo by Sabarish Sankaran)
Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026, Bisa Dilihat dari Indonesia?
Riza Aslam Khaeron • 25 August 2026 20:07
Jakarta: Fenomena astronomi kembali menghiasi langit pada akhir Agustus 2026. Gerhana bulan sebagian akan berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 dan menjadi salah satu dari dua gerhana bulan yang terjadi sepanjang tahun ini.
Gerhana bulan sebagian terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti atau umbra Bumi. Saat mencapai puncaknya, hampir seluruh permukaan Bulan akan berada di dalam bayangan tersebut sehingga bagian yang terkena umbra dapat terlihat lebih gelap dan kemerahan.
Fenomena ini dapat diamati dari sejumlah wilayah dunia, tetapi tidak dari Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat seluruh rangkaian gerhana berlangsung ketika Bulan berada di bawah horizon jika dilihat dari wilayah Indonesia.
Lantas, kapan tahapan gerhana bulan sebagian berlangsung dan wilayah mana saja yang dapat menyaksikannya?
Jadwal Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026

Ilustrasi pexels
Gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 akan berlangsung mulai pukul 08.23 WIB hingga 14.01 WIB. Berdasarkan Almanak BMKG 2026, rangkaian gerhana tersebut terdiri atas beberapa tahapan:
- Awal gerhana penumbra: 08.23 WIB
- Awal gerhana sebagian: 09.33 WIB
- Puncak gerhana: 11.14 WIB
- Akhir gerhana sebagian: 12.51 WIB
- Akhir gerhana penumbra: 14.01 WIB
Setelah mencapai puncak, Bulan perlahan keluar dari bayangan Bumi hingga seluruh rangkaian berakhir pada pukul 14.01 WIB. Namun, seluruh tahapan tersebut berlangsung pada pagi hingga siang hari menurut waktu Indonesia sehingga tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.
Dilansir dari Space, puncak gerhana terjadi pada pukul 00.12 EDT atau 04.12 GMT pada 28 Agustus 2026. Saat itu, sekitar 96,2 persen permukaan Bulan diperkirakan tertutup bayangan umbra Bumi sehingga hanya sebagian kecil permukaan Bulan yang tetap terkena cahaya Matahari.
Apakah Gerhana Bisa Dilihat dari Indonesia?
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana bulan sebagian 28 Agustus 2026 secara langsung karena seluruh rangkaiannya berlangsung saat Bulan berada di bawah horizon. Fenomena ini dapat diamati dari sebagian wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, Afrika, dan Asia Barat.Perbedaan tanggal 27 dan 28 Agustus terjadi karena waktu gerhana berbeda di setiap zona waktu. Di sejumlah wilayah, gerhana dimulai pada malam 27 Agustus dan berlanjut hingga 28 Agustus 2026.
Gerhana kali ini menarik karena sekitar 93 persen diameter Bulan berada di dalam umbra saat puncak, sementara sekitar 96 persen permukaannya masuk ke dalam umbra selama rangkaian gerhana. Bagian Bulan yang terkena umbra dapat terlihat lebih gelap dan kemerahan seperti warna tembaga.
Tampilan tersebut membuat gerhana bulan sebagian kali ini menyerupai Blood Moon, meski secara astronomis tetap merupakan gerhana bulan sebagian dan bukan gerhana bulan total. Tingkat visibilitasnya dapat berbeda di setiap wilayah, sementara kondisi cuaca juga memengaruhi kejelasan fenomena saat diamati.
(Angel Rinella)