BNPB Lapor ke Presiden telah Padamkan Karhutla dan Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo. Foto: Tangkapan Layar.

BNPB Lapor ke Presiden telah Padamkan Karhutla dan Modifikasi Cuaca di Kalimantan

Siti Yona Hukmana • 22 August 2026 12:55

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto telah memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Laporan ini disampaikan saat Kepala Negara tiba di Kalimantan Barat memimpin langsung penanganan karhutla di wilayah tersebut. 

Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo mengatakan pihaknya juga sudah melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada 11-18 Agustus 2026. Saat ini operasi itu diistirahatkan, karena tidak ada potensi awan.

"Kemudian, kami sudah rapat dengan BMKG bahwa potensi awan akan terjadi pada 23 Agustus 2026," kata Bulo dalam tayangan Breaking News Metro TV, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Bulo menyebut BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kalimantan Barat terjadi pada 21-27 Agustus 2026. Namun, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode 21-27 Agustus 2026.

BNPB mencatat lima prioritas wilayah penanganan karhutla. Rinciannya, prioritas tinggi di Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, dan Sekadau. Prioritas sedang di Kabupaten Ketapang, Sanggau, Landak, Melawi, Kubu Raya, dan Sambas. Prioritas ringan di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Kalimantan Barat memimpin penanganan karhutla. Foto: Tangkapan Layar.

Presiden Prabowo bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi, 22 Agustus 2026. Kepala Negara datang untuk meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan sekaligus memimpin langsung upaya penanganannya di sejumlah wilayah Kalimantan.
 
“Sabtu pagi, 22 Agustus 2026, Presiden Prabowo langsung terbang menuju Kalimantan untuk mengecek dan memimpin langsung penanganan serentak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 22 Agustus 2026.

(Siti Yona Hukmana)