Politikus AS Nancy Pelosi umumkan mundur. Foto: Anadolu
Nancy Pelosi Umumkan Pensiun dari Kongres AS, Akhiri Karier 40 Tahun
Fajar Nugraha • 7 November 2025 19:05
Washington: Nancy Pelosi, politisi legendaris Partai Demokrat dan perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS), mengumumkan tidak akan mencalonkan diri kembali pada pemilu Kongres 2026.
Pengumuman yang disampaikan melalui media sosial pada Kamis, 6 November 2025 ini mengakhiri karier empat dekade yang penuh kontribusi dan kontroversi.
"Saya tidak akan mencalonkan diri kembali untuk Kongres. Dengan hati yang bersyukur, saya menantikan tahun terakhir pelayanan saya," tulis Pelosi dalam pernyataan resminya, dikutip dari Asia One, Jumat, 7 November 2025.
Anggota Kongres berusia 85 tahun ini pertama kali terpilih pada 1987 dan memimpin Demokrat melalui berbagai tantangan politik, termasuk dua kali proses pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump.
Warisan politik
Pengumuman pensiun Pelosi langsung memicu respons keras dari Trump yang menyebutnya "wanita jahat yang melakukan pekerjaan buruk" dan "beban besar bagi negara".Konflik antara kedua tokoh ini telah menjadi ciri politik AS dalam beberapa tahun terakhir, memuncak ketika Pelosi secara dramatis merobek salinan pidato Kenegaraan Trump tahun 2020 karena "setiap halaman berisi kebohongan".
Meski mendapat kritik dari pihak Republik, kolega dari seberang lorong politik memberikan pengakuan. Marjorie Taylor Greene, pendukung setia Trump, menyebut Pelosi memiliki "karier yang luar biasa bagi partainya" dan berharap Partai Republik dapat mencapai pencapaian serupa. Sementara pemimpin Demokrat Hakeem Jeffries menjulukinya sebagai "figur ikonik, legendaris, dan transformasional".
Transisi kepemimpinan
Pensiunnya Pelosi menandai akhir era dalam politik Demokrat. Tiga tahun lalu ia telah menyerahkan kepemimpinan partai kepada generasi muda, membuka jalan bagi Hakeem Jeffries yang kini memimpin Demokrat di DPR.Selama masa jabatannya, Pelosi dikenal sebagai arsitek utama Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Obamacare) dan pembela hak-hak LGBT serta kesetaraan upah.
Fatima Goss Graves dari National Women's Law Center menyatakan bahwa "mengatakan Nancy Pelosi menghancurkan langit-langit kaca adalah pernyataan yang kurang tepat", menggarisbawahi besarnya kontribusi Pelosi.
Selain warisan politik, Demokrat juga kehilangan penggalang dana andalan yang mengaku "mengumpulkan sekitar satu juta dolar sehari" untuk partai.
Dengan pensiunnya Pelosi, Partai Demokrat kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah politik modern AS, sekaligus membuka babak baru dalam kepemimpinan partai yang sedang berusaha merebut kembali kendali DPR dalam pemilu 2026.
(Muhammad Adyatma Damardjati)