Presiden RI Prabowo Subianto melantik enam panglima kodam satuan baru dengan memberikan tongkat komando dan bendera komando di Upacara Peringatan HUT Ke-81 TNI Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden/pri.
Penambahan Kodam Baru untuk Permudah Pengamanan Wilayah RI
Anggi Tondi Martaon • 6 October 2026 11:55
Jakarta: TNI AD menambah jumlah komando daerah militer (kodam). Hal itu dilakukan untuk memudahkan mengamankan wilayah RI.
"Karena itu perlu disesuaikan agar rentang kendali lebih efektif, koordinasi lebih cepat, dan respons terhadap perkembangan situasi di wilayah dapat dilakukan secara optimal," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Donny, Indonesia memiliki wilayah dataran yang luas serta wilayah kepulauan yang banyak. Setiap wilayahnya memiliki kondisi geografis dan karakter masyarakat yang berbeda beda.
Kondisi itulah yang membuat TNI AD harus membangun sistem organisasi kewilayahan yang lebih kuat di daerah. Sehingga, pengendalian dan pengamanan wilayah bisa dilakukan lebih maksimal.
Keberadaan kodam-kodam baru ini juga diharapkan dapat lebih mempermudah TNI AD mengirim bantuan kepada warga jika terjadi bencana.
"Jadi, pembentukan Kodam baru bukan sekadar penambahan struktur organisasi, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas TNI AD," terang Donny.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI, termasuk enam komando daerah militer (kodam), dalam upacara peringatan HUT Ke-81 TNI di Lapangan PRIMA Mabes TNI, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, Senin, 5 Oktober 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan 204 satuan baru TNI," kata Presiden.
Ke-204 satuan itu terdiri atas enam kodam, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, dan tiga Batalyon Bantuan Tempur. TNI Angkatan Laut menambah satu brigade dan empat batalyon Marinir.
.jpeg)
Ilustrasi. Foto: Medcom.id.
Sedangkan TNI Angkatan Udara menambah 10 satuan, mulai dari Divisi II Pasukan Gerak Cepat hingga satuan radar.
Presiden kemudian menekan sirine sebagai tanda peresmian satuan-satuan baru tersebut. Setelah itu, Presiden melantik keenam kodam baru secara simbolis dengan menyerahkan tongkat komando dan bendera kesatuan kepada masing-masing panglima kodam (pangdam).
Sebanyak enam kodam baru itu, yakni Kodam XXV/Mahmud Riayat Syah di Kepulauan Riau dengan Pangdam Mayjen TNI Rionardo, Kodam XXVI/Mataram di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pangdam Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, dan Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur dengan Pangdam Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua.
Sementara itu, tiga kodam lainnya, yaitu Kodam XXVIII/Molku Kie Raha di Maluku Utara dengan Pangdam Mayjen TNI Nefra Firdaus, Kodam XXIX/Mambruk di Papua Tengah dengan Pangdam Mayjen TNI Aminton Manurung, dan Kodam XXX/Rinambora di Nusa Tenggara Barat dengan Pangdam Mayjen TNI Edi Saputra.