Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
IHSG Dibuka ke Level 5.247 Kamis Pagi
Eko Nordiansyah • 22 October 2026 09:20
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami pelemahan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 5.247,979.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG masih melemah sebanyak 23,340 poin setara 0,44 persen ke level 5.305,020. IHSG berada di level tertinggi 5.307 dan terendah di 5.185.
Sebanyak 199 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 386 saham emiten lainnya melemah, dan 159 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,969 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,097 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp9.366,831 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka ke Rp18.036 per USD
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
IHSG fluktuatif cenderung bullish
Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak menguat pada perdagangan kemarin, dipimpin oleh lonjakan tajam pada Nasdaq naik 1,05 persen, diikuti oleh Dow Jones menguat 0,69 persen, S&P 500 meningkat 0,58 persen.Penguatan pasar ekuitas AS utamanya didorong oleh performa solid saham-saham sektor teknologi. Selain itu, rilis laporan keuangan (earnings season) emiten kuartalan yang melampaui ekspektasi turut memberikan sinyal positif serta dorongan katalis bagi penguatan bursa global.
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,94 persen.
Penguatan indeks domestik masih ditopang oleh laju positif saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) seiring dengan aksi pembelian kembali saham (buyback) yang dilakukan oleh sejumlah emiten utama serta pada RDG kemaren BI menahna suku bunga di level 5,75 persen.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat (bias bullish), menguji area resistance terdekat pada kisaran level 5.400,” kata Investment Growth Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Azharys Hardian dalam risetnya.