Aktivitas Gunung Soputan Didominasi Gempa Tektonik Jauh

Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara. ANTARA/Karel A Polakitan

Aktivitas Gunung Soputan Didominasi Gempa Tektonik Jauh

Silvana Febiari • 22 October 2026 22:59

Manado: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan hasil pengamatan instrumental Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, periode 1–15 Oktober 2026. Kegempaan gunung tersebut didominasi oleh gempa tektonik jauh.

"Seismograf merekam sebanyak 26 kali gempa vulkanik dangkal, enam kali gempa vulkanik dalam dan 78 kali gempa tektonik jauh," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan yang dibagikan 'BMKG Sulut dan Stakeholder' di Manado, dilansir Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.

Berdasarkan data pengamatan visual, guguran masih tidak teramati dan asap kawah tidak teramati dari atas puncak. Secara keseluruhan, pada periode tersebut aktivitas kegempaan tektonik dan gempa vulkanik dangkal relatif masih tinggi, namun hal ini tidak diikuti migrasi magma dari dalam ke permukaan.


Sementara secara deformasi juga tidak ada perubahan yang signifikan pada tekanan di bawah tubuh Gunung Soputan. Masyarakat perlu mewaspadai potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini seperti lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik, seiring dengan masih tingginya gempa tektonik pada periode ini.

Jika terjadi erupsi gunung api, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai/lembah yang berhulu di Gunung Soputan.


Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara. ANTARA/Karel A Polakitan


Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 15 Oktober 2026, tingkat aktivitas Gunung Soputan berada pada Level II (Waspada). Rekomendasi bagi masyarakat disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi di antaranya masyarakat di sekitar Gunung Soputan maupun pengunjung/wisatawan/pendaki tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak dan area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.

Masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar Gunung Soputan senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi hujan abu jika terjadi erupsi.

(Silvana Febiari)