Ilustrasi. Foto: Dok Kemenkeu
Kejar Ekonomi 6% pada 2027, Pemerintah Ingin Replikasi Pertumbuhan Daerah
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 11:30
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong replikasi keberhasilan pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah, khususnya yang memiliki basis industri pengolahan kuat, guna mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar enam persen pada 2027.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan sejumlah daerah dengan aktivitas industri pengolahan yang kuat terbukti mampu mencatat pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.
“Kalau ini bisa kita replikasi, dan Insya Allah bisa, target pertumbuhan ekonomi 2027, enam persen itu amat sangat bisa dicapai,” kata Dradjad dalam konferensi pers usai pertemuan, di Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Bahkan, kata Dradjad lagi, strategi itu juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target tersebut. Optimisme ini ia dapatkan usai melihat data perkembangan ekonomi daerah yang dipaparkan BPS.
"Kalau melihat data-data BPS, itu rasanya mungkin bisa lebih tinggi dari enam persen," ujar dia.
(1).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Ekonomi 99 kabupaten/kota tumbuh di atas 6%
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan sebanyak 99 kabupaten/kota di Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi di atas enam persen pada semester I-2026.Menurut Amalia, capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh kinerja perekonomian di tingkat daerah.
"Pertumbuhan ekonomi nasional itu sebenarnya adalah agregasi dari pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia.
Ia mencontohkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, yang mampu mencatat pertumbuhan ekonomi mendekati tujuh persen, tepatnya 6,85 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan produktivitas pertanian, masuknya investasi, serta pengembangan industri pengolahan porang.
Selain itu, terdapat sejumlah daerah dengan pertumbuhan ekonomi di atas delapan persen yang ditopang oleh aktivitas industri manufaktur.
Amalia menilai penguatan sektor-sektor produktif di daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.