4 Strategi Kemenkes Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mata

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni. Foto- Metrotvnews.com/Afifah Aflina

4 Strategi Kemenkes Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mata

Metro TV • 13 October 2026 13:27

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggalakkan berbagai langkah strategis demi meningkatkan kualitas kesehatan mata masyarakat. Ada empat strategi membangun kesehatan mata di Indonesia.

Pertama, melakukan skrining kesehatan mata masyarakat. “Pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari perilaku menjaga kesehatan sepanjang siklus kehidupan,” kata Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026.

Skrining krusial untuk memetakan potensi permasalahan mata demi mencegah gangguan kesehatan akut. Kedua, penanganan lanjutan setelah deteksi dini harus menjadi perhatian utama. Hal ini agar setiap temuan medis tidak berhenti di tengah jalan. 

"Temuan kelainan refraksi harus mendapatkan koreksi yang tepat. Kecurigaan terhadap katarak, glaukoma, retinopati, maupun gangguan lainnya harus ditindaklanjuti atau dirujuk sesuai indikasi dan kompetensi fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi.


Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.



Ketiga, Kemenkes memberikan perhatian khusus kepada kesehatan mata anak. Kelompok usia anak sering kali belum mampu mengomunikasikan hambatan penglihatan yang dialami secara mandiri.

"Anak belum tentu menyadari atau mampu menyampaikan penglihatannya terganggu. Orang tua dan guru perlu waspada apabila anak sering menyisipkan atau menyipitkan mata,” kata Andi.

Keempat, perlu dibangun kolaborasi dan komunikasi publik yang lebih kuat. Hal ini penting untuk membangun sistem kesehatan yang holistik dan berkelanjutan.

"Kesehatan mata bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Kita membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, sekolah, keluarga, masyarakat, dunia kerja, mitra pembangunan, dan tentunya media,” ujar Andi.

(Afifah Alfina)

(Achmad Zulfikar Fazli)