Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times
Trump Kritik Pemilu Brasil dan Sebut Memalukan bagi Rakyat
Fajar Nugraha • 30 October 2026 13:05
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik pemilu di Brasil yang digelar awal pekan ini dan menyebutnya memalukan bagi rakyat negara tersebut. Trump juga menyebut pemilu itu sebagai sebuah aib.
Mengutip Anadolu, Trump mengatakan belum ingin menyatakan siapa yang menurutnya merupakan pemenang sah pemilu Brasil saat ditanya wartawan sebelum bertolak dari Joint Base Andrews menuju kampanye pemilihan paruh waktu di South Carolina.
"Saya tidak ingin mengomentarinya sekarang," ujar Trump.
Namun, ia tetap menyebut pemilu tersebut sebagai "hal yang sangat memalukan bagi rakyat Brasil". Trump menambahkan bahwa ia mengikuti jalannya pemilu tanpa berpihak kepada salah satu kubu.
Trump juga mengklaim terdapat "ketidaksesuaian" dalam pemilu tersebut dan menunjuk kinerja pasar sebagai bukti atas apa yang disebutnya sebagai "situasi yang memalukan" bagi Brasil.
Pernyataan itu disampaikan setelah kandidat presiden konservatif yang kalah, Flavio Bolsonaro, tiba di AS usai kalah dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dalam putaran kedua pemilu yang digelar pada Minggu.
Bolsonaro sebelumnya mengklaim terjadi kecurangan pemilu tanpa menyertakan bukti. Ia juga berjanji akan memimpin oposisi dari negara bagian Florida.
Bolsonaro meninggalkan Brasil meski Mahkamah Agung negara itu telah memerintahkannya menyerahkan paspornya sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan keuangan.
Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Bolsonaro beserta keluarga intinya telah memperoleh visa untuk memasuki negara tersebut.
(Razaqa Hariz)
Mengutip Anadolu, Trump mengatakan belum ingin menyatakan siapa yang menurutnya merupakan pemenang sah pemilu Brasil saat ditanya wartawan sebelum bertolak dari Joint Base Andrews menuju kampanye pemilihan paruh waktu di South Carolina.
"Saya tidak ingin mengomentarinya sekarang," ujar Trump.
Namun, ia tetap menyebut pemilu tersebut sebagai "hal yang sangat memalukan bagi rakyat Brasil". Trump menambahkan bahwa ia mengikuti jalannya pemilu tanpa berpihak kepada salah satu kubu.
Trump juga mengklaim terdapat "ketidaksesuaian" dalam pemilu tersebut dan menunjuk kinerja pasar sebagai bukti atas apa yang disebutnya sebagai "situasi yang memalukan" bagi Brasil.
Pernyataan itu disampaikan setelah kandidat presiden konservatif yang kalah, Flavio Bolsonaro, tiba di AS usai kalah dari Presiden Luiz Inacio Lula da Silva dalam putaran kedua pemilu yang digelar pada Minggu.
Bolsonaro sebelumnya mengklaim terjadi kecurangan pemilu tanpa menyertakan bukti. Ia juga berjanji akan memimpin oposisi dari negara bagian Florida.
Bolsonaro meninggalkan Brasil meski Mahkamah Agung negara itu telah memerintahkannya menyerahkan paspornya sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang dan penipuan keuangan.
Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa Bolsonaro beserta keluarga intinya telah memperoleh visa untuk memasuki negara tersebut.
(Razaqa Hariz)