Pesawat TNI AU jenis CN-295 mengangkut cairan NaCl dan dry ice untuk kebutuhan OMC di Kalimantan, Minggu (25/10/2026) (ANTARA/Ho-Puspen Mabes TNI)
TNI AU Pastikan Tetap Maksimal Tangani Karhutla
Anggi Tondi Martaon • 29 October 2026 17:05
Jakarta: Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi memastikan pihaknya terus memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski, banyak kendala di lapangan.
"Melalui kesiapan alutsista, dukungan personel, perencanaan operasi yang matang serta koordinasi dengan instansi terkait, kami terus mengoptimalkan kekuatan udara untuk mendukung penanganan karhutla," kata Feri dikutip dari Antara, Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Feri, salah satu tantangan yang dihadapi personel di lapangan, yaitu keterbatasan waktu dalam memadamkan titik api. Hal itu terjadi karena proses pemadaman, terutama operasi water bombing dengan helikopter tidak bisa di lakukan pada malam hari.
"Pemadaman dari udara tidak dapat dilaksanakan pada malam hari. Kondisi tersebut membuat operasi harus disesuaikan dengan waktu dan kondisi yang memungkinkan untuk menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan," ungkap Feri.
Selain waktu, personel kerap menghadapi kendala cuaca. Terutama saat operasi water bombing dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Jika terjadi hujan ataupun asap tebal, maka para penerbang tidak bisa menuju ke lokasi. Sebab, jarak pandang pilot menjadi pendek.
"Khusus untuk OMC, pelaksanaannya bergantung pada keberadaan awan yang memenuhi kriteria untuk disemai sehingga waktu dan lokasi pelaksanaan operasi harus mempertimbangkan hasil analisis kondisi cuaca serta potensi pertumbuhan awan," ujar Feri.
Selain masalah cuaca, para personel kerap kesulitan mencari sumber air untuk proses pemadaman. "Sejumlah sumber air mengalami penyusutan debit atau mengering," ungkap feri.
Personel TNI memasukan alat-alat operasi modifikasi cuaca (OMC) ke dalam pesawat angkut Hercules C-130 untuk memadamkan karhutla di Palembang, Minggu (25/10/2026) (ANTARA/Ho-Puspen Mabes TNI).
Meski demikian, Feri kembali menegaskan bahwa halangan dan kendala itu tidak menyurutkan semangat personel dalam menjalankan tugas. Hingga saat ini, pihaknya masih mengerahkan 11 pesawat angkut dan lima helikopter ke wilayah-wilayah tersebut untuk operasi penanganan karhutla.Tidak hanya itu, personel di lanud terdekat dari lokasi karhutla juga dikerahkan untuk memadamkan api secara manual di darat. Dia memastikan seluruh upaya itu akan terus dikerahkan hingga titik api di wilayah bencana karhutla benar-benar padam.