Sungai Meluap, Kampung Aur Medan dan Deli Serdang Kebanjiran

Luapan sungai Belumai di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Kamis (29/10) dini hari). (MI)

Sungai Meluap, Kampung Aur Medan dan Deli Serdang Kebanjiran

Media Indonesia • 29 October 2026 15:46

Medan: Luapan sungai merendam ratusan rumah warga di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, dan Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Banjir mulai merendam permukiman warga sejak pukul 01.00 WIB dini hari. 

Seorang warga Kampung Aur, Anwar, 50, mengatakan banjir kali ini merupakan kejadian kedua dalam sepekan terakhir. Ketinggian air pada Kamis kembali meningkat tajam setelah sebelumnya sempat berangsur surut.

"Jam 1 malam. Airnya naik pelan dulu, tapi arusnya kencang, lalu tiba-tiba tinggi airnya," ungkapnya, Kamis, 29 Oktober 2026.

Saat genangan air mencapai titik yang mengkhawatirkan, Anwar dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang memiliki lantai dua. Ia memperkirakan banjir kali ini membutuhkan waktu cukup lama untuk benar-benar surut.

Warga lainnya, Samira, 32, menuturkan bahwa banjir telah menjadi persoalan klasik dan rutin bagi masyarakat Kampung Aur. Genangan kerap terjadi hampir setiap pekan, sehingga warga harus berulang kali menguras tenaga untuk membersihkan rumah dan menyelamatkan harta benda.

Menurutnya, debit banjir kali ini tergolong cukup tinggi, meski belum menyamai rekor banjir besar pada November 2025 yang merendam hampir seluruh rumah warga hingga menyentuh bangunan bertingkat.

"Bulan 11 tahun lalu itu semua merata kena, bahkan yang tingkat tiga. Sekarang sebagian loteng kena, tapi yang rumahnya dataran tinggi tidak kena," katanya.

Luapan sungai Belumai di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang, Kamis (29/10) dini hari). (MI)

Ia menjelaskan, banjir yang melanda sejak pekan sebelumnya tidak pernah benar-benar surut. Ketika debit air sedikit berkurang, warga buru-buru memanfaatkan jeda tersebut untuk membuang lumpur sungai dari dalam rumah. Genangan masih terus naik hingga pukul 05.30 WIB pagi tadi, sebelum akhirnya perlahan menyusut. Warga kini khawatir luapan akan kembali terjadi jika hujan turun pada sore hari. 

"Di sini tidak hujan pun, kalau gunung hujan, kami kena. Udara dingin dan angin sudah jadi tanda bagi kami," tuturnya.

Luapan Sungai Belumai di Deli Serdang

Sementara itu, dampak banjir juga meluas hingga merendam ratusan rumah warga di Desa Dalu X B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Genangan di kawasan ini terjadi usai Sungai Belumai meluap pada Kamis pagi.

Warga setempat mulai mengamankan barang-barang berharga pukul 06.00 WIB saat air bah mulai masuk ke permukiman. Salah seorang warga, Jufri, memaparkan bahwa hujan lebat pada malam sebelumnya belum memicu kenaikan debit sungai, hingga akhirnya banjir menerjang secara mendadak pada pagi hari.

"Kalau di tempat kami sekitar jam 06.00 tadi mulai datang airnya. Tadi malam hujan tapi gak naik airnya baru pagi ini aja," ujarnya.

Rumah-rumah terdampak di Desa Dalu X B tersebar di wilayah Dusun 8, Dusun 9, dan Dusun 10. Genangan air yang mencapai lebih dari selutut orang dewasa ini juga merendam sejumlah ruas jalan, membuat akses mobilitas warga lumpuh. Sebagian masyarakat terpaksa memutar mencari jalur alternatif.

Hujan dilaporkan kembali mengguyur kawasan Desa Dalu X B sekitar pukul 07.40 WIB. Desa ini memang dikenal sebagai salah satu titik rawan banjir di Tanjung Morawa, di mana warga yang bermukim di Dusun 8, 9, dan 10 hampir setiap tahun harus berhadapan dengan luapan Sungai Belumai. (MI/Yoseph Pencawan)

(Lukman Diah Sari)