Arsip - Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. ANTARA/Riadi Gunawan
PVMBG: 8 Aki di Stasiun Pemantau Gunung Anak Krakatau Hilang Dicuri Pascaerupsi
Lukman Diah Sari • 28 September 2026 23:55
Bandung: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi mengonfirmasi pencurian delapan unit baterai akumulator (accu/aki) pada stasiun pemantau LV93 Gunung Anak Krakatau yang terjadi pascaerupsi gunung aktif itu pada pertengahan September 2026.
Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Rita Susilawati, menjelaskan matinya jalur stasiun LV93 bermula saat sistem pemantauan digital mendeteksi kerusakan transmisi data pada 16 September 2026 pukul 19.36 WIB usai diterjang lontaran material vulkanik dan abu erupsi.
"Pada 27 September 2026 diketahui bahwa 8 Accu di stasiun LV93 telah hilang. Tim telah melakukan penggantian Aki dan menghidupkan kembali Seismometer dan CCTV di stasiun LV93 yang terdampak erupsi sehingga saat ini sudah beroperasi normal," ujar Rita, di Bandung, Senin, 28 September 2026, melansir Antara.
Rita menegaskan aksi vandalisme ini tidak mengganggu atau mengintai keselamatan masyarakat karena PVMBG menerapkan sistem pemantauan berlapis (backup station), seperti Stasiun Tanjung yang berada di dalam Pulau GAK dan tetap beroperasi merekam aktivitas seismik secara kontinu.
Pencurian komponen sistem peringatan dini di Gunung Anak Krakatau ini menambah daftar panjang aksi pencurian instrumen kebencanaan di Indonesia sepanjang tahun 2025–2026. Kasus serupa sebelumnya juga membobol stasiun pemantau di sejumlah gunung api, yakni:
-
Gunung Semeru (April 2026)
-
Gunung Gamalama (Maret 2026)
-
Gunung Kelud (September 2025)
-
Gunung Papandayan (Juni 2025)

Gunung Anak Krakatau, dok: BNPB
PVMBG memastikan bakal bertolak kembali ke Selat Sunda pada Oktober 2026 guna melakukan optimalisasi dan pemeliharaan menyeluruh terhadap seluruh jaringan peralatan di lapangan.
"Pencurian ini perlu menjadi perhatian bersama, masyarakat dapat berkontribusi dalam turut serta menjaga keberlangsungan peralatan pemantauan dengan tidak merusak atau mencurinya karena pada dasarnya peralatan pemantauan ini adalah sistem pertahanan utama dalam mengupayakan keselamatan masyarakat luas akibat erupsi gunung api," jelas Rita.