Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/11/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)
Pemkot Bandung Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Banjir dan Longsor
Whisnu Mardiansyah • 3 November 2026 17:59
Bandung: Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta camat dan lurah memperkuat kewaspadaan serta koordinasi dengan perangkat daerah terkait.
“Penguatan kesiapsiagaan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan berbagai risiko bencana hidrometeorologi,” kata Farhan di Bandung, seperti dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.
Farhan menilai potensi bencana hidrometeorologi perlu diantisipasi secara serius. Pasalnya, sejumlah wilayah kecamatan di Kota Bandung memiliki tingkat kerawanan terhadap banjir dan tanah longsor.
Ia mencontohkan peristiwa yang terjadi di kawasan Cikalintu dan Sekeloa sebagai pengingat pentingnya kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi bencana. Menurut dia, penanganan tidak cukup hanya mengandalkan aparat kewilayahan, tetapi perlu melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah.
“Apa yang terjadi di Cikalintu dan Sekeloa menjadi contoh bagaimana kesiapan kita bersama dalam menghadapi masalah tersebut harus juga didukung oleh Dinas Sosial, BPBD, dan juga dinas terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan lain-lain,” katanya.
Pengalaman menghadapi kejadian bencana, lanjut Farhan, perlu menjadi bahan evaluasi untuk membangun masyarakat yang memiliki kesiapan sekaligus ketangguhan dalam menghadapi berbagai risiko.

Banjir merendam permukiam warga dan jalan lintas Banda Aceh-Tapaktuan di kawasan Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Minggu, 1 November 2026. ANTARA/HO-Warga
“Pada saat bersamaan, ini menunjukkan bahwa kita harus menjadi kota dengan warga yang siaga bencana dan tangguh bencana,” kata Farhan.
Farhan menekankan pentingnya peran camat dan lurah dalam upaya tersebut. Kedekatan mereka dengan masyarakat dan kondisi lingkungan di wilayah masing-masing menjadi modal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Ia berharap seluruh jajaran kewilayahan terus menjaga koordinasi dan kesiapan bersama perangkat daerah agar penanganan potensi bencana di Kota Bandung dapat berjalan dengan baik.