Ilustrasi. Foto: dok MI.
Bisnis Ritel Tumbuh, 2 Mal Baru Bakal Hadir di Jakarta hingga 2030
Ade Hapsari Lestarini • 6 November 2026 13:46
Jakarta: Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) mencatat pasokan pusat perbelanjaan di Jakarta kembali bertambah pada kuartal III-2026. Penambahan tersebut berasal dari satu pusat perbelanjaan baru di Jakarta Timur seluas sekitar 16 ribu meter persegi, sehingga total pasokan mal di Ibu Kota mencapai 3,2 juta meter persegi.
Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan, bertambahnya pasokan pusat perbelanjaan tersebut diikuti permintaan ruang sewa yang masih positif. Serapan bersih ruang ritel Jakarta tercatat sekitar 10.500 meter persegi pada kuartal III-2026.
"Permintaan ruang sewa tetap positif dengan serapan bersih sekitar 10.500 meter persegi. Hal ini didukung oleh ekspansi penyewa makanan dan minuman, hadirnya konsep gerai berbasis pengalaman, serta pembukaan gerai flagship secara selektif," ujar Yunus dalam acara JLL Media Briefing 3Q 2026, dikutip Jumaat, 6 November 2026.
Selain itu, merek-merek baru yang masuk ke pasar Jakarta didominasi oleh merek asal Asia. Sebagian besar merek tersebut hadir melalui distributor lokal sebagai jalur untuk memasuki pasar.
Okupansi mal Jakarta terjaga 86 persen
Yunus menjelaskan, pusat perbelanjaan premium dengan kurasi penyewa yang baik masih menjadi salah satu daya tarik pasar ritel Jakarta. Kondisi tersebut didukung oleh renovasi dan penataan ulang komposisi penyewa.
"Pusat perbelanjaan premium terkurasi dengan baik, didukung oleh renovasi dan penataan ulang komposisi penyewa. Secara umum, tingkat keterisian pusat perbelanjaan Jakarta tetap terjaga pada kisaran 86 persen," ungkap dia.

Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim. Foto: Metrotvnews.com/Selsha Septifanie Gunawan.
Baca Juga :
Pramono: Dampak Ekonomi Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West Capai Rp625 Miliar
Kondisi tersebut menunjukkan tingkat keterisian mal di Jakarta masih terjaga di tengah penambahan pasokan ruang ritel.
Dari sisi harga, rata-rata tarif sewa pusat perbelanjaan premium tercatat sebesar Rp629.657 per meter persegi. Tarif tersebut mengalami kenaikan sebesar 1,34 persen secara kuartalan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, komposisi penyewa di pusat perbelanjaan juga mengalami perubahan. Penyewa dengan konsep berbasis pengalaman semakin diminati, sementara gerai fesyen semakin mengarah pada konsep flagship dan desain yang lebih kuat.
Dua mal baru dijadwalkan masuk hingga 2030
Ke depan, pasokan pusat perbelanjaan di Jakarta diperkirakan masih akan bertambah. Berdasarkan proyeksi JLL, tambahan pasokan mal hingga 2030 diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu meter persegi.
"Ke depan, setidaknya dua pusat perbelanjaan baru dijadwalkan masuk ke pasar hingga 2030," jelas Yunus. (Selsha Septifanie Gunawan)