Lestari Moerdijat Ajak Warga Jepara Hidupkan Kembali Kesenian Emprak

Penampilan kesenian Emprak Jepara di HUT ke-15 Partai Nasdem. Dok Istimewa

Lestari Moerdijat Ajak Warga Jepara Hidupkan Kembali Kesenian Emprak

Metro TV • 20 October 2026 08:09

Jepara: Kesenian tradisional emprak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menghadapi ancaman kepunahan akibat minimnya kesempatan tampil. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pelestarian kesenian rakyat tersebut melalui pementasan rutin setiap bulan dan pertunjukan keliling desa untuk memperkenalkannya kembali kepada masyarakat.

"Restorasi Indonesia harus berakar pada kebudayaan kita. Di dalam kesenian rakyat terdapat ingatan, pengetahuan, dan nilai yang membentuk kehidupan bersama," ujar sosok yang akrab disapa Rerie tersebut saat menghadiri pagelaran emprak di Joglo Pancasila, Jepara, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Kegiatan itu digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem sekaligus memperingati Hari Kebudayaan Nasional pada 17 Oktober. Peringatan tahun ini mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya.”

Lestari menilai pelestarian kesenian daerah menjadi bagian penting dalam upaya membangun bangsa yang berdaya. Menurutnya, kesenian rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menyimpan pengetahuan, nilai, dan pengalaman sosial yang diwariskan antargenerasi.
 


Emprak, Warisan Seni Multidimensi Jepara

Emprak merupakan seni pertunjukan tradisional khas Jepara yang menggabungkan beragam unsur, mulai dari teater, musik, tembang, tari, hingga lawakan. Kesenian ini pernah mengalami masa kejayaan pada era 1980-an hingga 1990-an.

Namun, keberadaan kelompok emprak terus menyusut. Jika pada era 1980-an terdapat lima kelompok yang aktif, kini hanya satu kelompok yang disebut masih bertahan.

Minimnya undangan pentas, terbatasnya kreasi, serta kesulitan mengumpulkan pemain menjadi sejumlah kendala yang dihadapi para seniman. Kondisi tersebut turut menghambat keberlangsungan pertunjukan dan proses regenerasi pelaku kesenian.

Padahal, emprak memiliki fungsi sosial dan budaya yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Kesenian ini dahulu juga dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, media penyampaian persoalan sosial, serta penyampai nasihat melalui humor.

Dalam rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Jepara mengangkat kembali emprak melalui kegiatan bernuansa budaya. Pagelaran tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan kesenian tradisional kepada masyarakat.


Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto-Dok.Ist)


Dorong Pementasan Rutin dan Regenerasi Seniman

Lestari menyatakan komitmennya untuk mendorong pementasan emprak secara rutin setiap bulan. Pertunjukan juga direncanakan menjangkau desa-desa di Kabupaten Jepara agar kesenian tersebut lebih dekat dengan masyarakat.

"Komitmen pelestarian harus hadir dalam tindakan: membuka panggung, mempertemukan seniman dengan penonton, serta mendukung pewarisan pengetahuan kepada anak-anak muda," tegas Rerie.

Pementasan berkala diharapkan dapat membuka kesempatan tampil bagi para seniman sekaligus meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kesenian emprak. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mempelajari warisan budaya daerah.

Melalui dukungan terhadap pertunjukan dan pewarisan keterampilan, kesenian emprak diharapkan dapat terus bertahan dan kembali dikenal luas. Upaya tersebut menjadi bagian dari pelestarian identitas budaya Jepara agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (Budi Hutomo)

(Whisnu M)