Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), M. Herindra. Dok. Istimewa
Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Dapat Memajukan Ekosistem Esport Indonesia
Achmad Zulfikar Fazli • 15 October 2026 20:47
Jakarta: Kolaborasi lintas sektor dinilai dapat memajukan ekosistem Esports nasional. Langkah ini menjadi kunci utama dalam membangun fondasi olahraga digital yang kuat dan berkelanjutan.
"Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa," kata Ketua Umum Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), M. Herindra, di Hallf Pati Unus, Jakarta Selatan, Kamis 15 Oktober 2026.
Hal ini disampaikan Herindra saat pelantikan kepengurusan baru PB ESI periode 2026–2030. Pelantikan ini Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi dan tata kelola olahraga elektronik di Tanah Air.
Dia menyampaikan capaian Esports Indonesia sangat membanggakan di berbagai ajang internasional. Momentum pelantikan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memanfaatkan potensi besar bonus demografi Indonesia.
"Lebih dari 60 persen penduduk kita adalah generasi digital, dan mandat kami adalah mengubah potensi besar ini menjadi kekuatan yang mengharumkan nama bangsa di panggung dunia," ujar Herindra.

Ilustrasi Esport- via aichi-nagoya2026.org
Guna mencapai sasaran tersebut, Herindra memaparkan pilar utama fokus kerja PB ESI ke depan. Program kerja ini mencakup pengembangan jalur prestasi berjenjang hingga penguatan ekosistem industri lokal.
"Kita harus memperkuat daya dukung infrastruktur Esports Indonesia melalui jalur prestasi yang jelas dan pelatnas berkelanjutan, pembinaan berbasis sport science, perlindungan regulasi dan kontrak atlet, hingga menjaga integritas dari perjudian dan kecurangan. Kami juga mengajak kementerian terkait untuk mempermudah perizinan dan jaringan agar ekosistem berpihak pada talenta lokal," jelas Herindra.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi prestasi yang konsisten dicetak atlet Esports. Dia menilai deretan pencapaian tersebut membuktikan kualitas Esports Indonesia di tingkat regional maupun dunia.
"Saya beri penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketum PB ESI, jajaran pengurus, atlet, dan pelatih yang selalu membuat Indonesia bangga. Baru saja tim Esports merebut dua medali perak di Asian Games dan menjadi juara umum di tingkat Asia Tenggara," ujar Marciano.
Marciano mengingatkan pentingnya memberi ruang bagi gim buatan dalam negeri dalam setiap ajang kompetisi. Di sisi lain, dia menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap ancaman perjudian online di lingkungan Esports.
"Saya menitipkan untuk memberi ruang kepada event esports produk anak bangsa sendiri agar industri kita semakin jaya. Kepada Menkomdigi, mari kita kawal bersama agar Esports tidak disalahgunakan terkait judi sehingga menjadi cabang olahraga yang tidak membuat orang tua khawatir," tegas Marciano.
Menpora Erick Thohir menyampaikan pemerintah berkomitmen penuh mendukung pembinaan jangka panjang bagi para atlet. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjadikan olahraga sebagai bagian dari penggerak ekonomi nasional.
"Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek," ungkap Erick.
Erick menambahkan investasi di bidang olahraga juga mencakup jaminan masa depan serta kesejahteraan para atlet. Pemerintah terus bersinergi melintasi kementerian demi memperkuat industri olahraga nasional.
"Mulai tahun depan diharapkan sudah ada dana pensiun atlet. Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry," ujar Erick.