IHSG Dibuka Menguat ke 5.310 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

IHSG Dibuka Menguat ke 5.310 Pagi Ini

Eko Nordiansyah • 21 October 2026 09:20

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 21 Oktober 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 5.310,848.

IHSG dibuka menguat 31,96 poin poin atau 0,61 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,29 poin atau 0,81 persen ke posisi 534,64.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.15 WIB, IHSG justru berbalik melemah sebanyak 44,109 poin setara 0,84 persen ke level 5.234,779. IHSG berada di level tertinggi 5.326 dan terendah di 5.224.

Sebanyak 224 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 381 saham emiten lainnya melemah, dan 150 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp3,454 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,967 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp9.248,016 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

IHSG diperkirakan cenderung menguat

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 20 Oktober, IHSG ditutup menguat 282,28 poin atau 5,65 persen ke level 5.278,89. Penguatan tersebut didorong adanya technical rebound atau bargain hunting setelah koreksi signifikan pada perdagangan sebelumnya, terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Penguatan turut ditopang aksi buyback emiten, rencana Danantara menambah kepemilikan saham BUMN, serta harapan perbaikan transparansi pasar melalui langkah BEI, OJK, dan pemerintah dalam merespons kekhawatiran MSCI.

Sementara itu, Wall Street tadi malam mayoritas ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones yang naik 1,02 persen, S&P 500 meningkat 0,29 persen, dan Nasdaq melemah 0,02 persen. Penguatan ditopang oleh penurunan harga minyak dan yield US Treasury yang meredakan kekhawatiran inflasi serta ekspektasi kenaikan suku bunga agresif The Fed.

Sentimen positif juga datang dari rotasi investasi ke sektor kesehatan dan keuangan, serta kinerja laba sejumlah emiten yang melampaui ekspektasi. Namun, pelemahan saham teknologi dan penurunan proyeksi laba General Motors membatasi penguatan pasar, sehingga pergerakan indeks masih menunjukkan perbedaan sentimen antar-sektor.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG hari ini diperkirakan masih akan cenderung menguat seiring katalis buyback emiten dan komitmen perbaikan dari stakeholder pasar modal,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)