Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina
Dorong Konsep Bansos Sementara, Menko PM Ingin Usia Produktif Mandiri
Metro TV • 14 October 2026 12:20
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendorong pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Pemerintah menginginkan program bantuan sosial (bansos) bersifat sementara, namun proses pemberdayaan dirancang untuk membangun kemandirian berkelanjutan.
“Kita terus mendorong dan mewujudkan jaminan peningkatan taraf hidup yang berkelanjutan dan lepas dari bantuan sosial. Tagline yang terus kita gemakan, bansos sementara, berdaya selamanya,” kata Cak Imin dalam Dialog Nasional Pemberdayaan, Langkah Transformasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
“Cita-cita yang paling tinggi adalah hanya yang difabel dan manusia usia lanjut yang akan menerima bantuan sosial,” ujar Cak Imin.
Langkah ini dirancang agar kelompok masyarakat usia produktif dengan kesehatan prima dan masa depan cerah mendapatkan intervensi yang tepat. Misalnya, dengan pemberian pelatihan serta fasilitas penunjang, mereka diarahkan untuk keluar dari jerat kemiskinan agar bisa produktif secara mandiri.
“Bahasa sederhananya adalah dengan program pemberdayaan masyarakat ini kita ingin dorong agar masyarakat miskin yang masih memiliki usia produktif, kesehatan yang memadai, masa depan yang masih bisa diraih, diberi pemberdayaan sehingga mampu produktif dan mandiri,” terang Cak Imin.
Target jangka menengah juga dipetakan secara terukur untuk memastikan penurunan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Dalam beberapa tahun, jutaan jiwa ditargetkan sudah tidak lagi bergantung pada dana bantuan sosial.
“Menuju 2029 dengan percaya diri, setidaknya dua juta jiwa nanti sudah tidak lagi menerima bantuan sosial, tetapi menjadi kontribusi aktif bagi pembangunan bangsa,” ucap Cak Imin.

Perubahan orientasi anggaran ini diharapkan membawa dampak positif bagi efisiensi keuangan negara dalam jangka panjang. Dengan investasi yang berfokus pada program pemberdayaan, alokasi anggaran untuk bansos secara bertahap berkurang seiring dengan meningkatnya kemandirian warga.
“Dalam konteks paradigma baru pembangunan ini, ini luar biasa. Paradigma ini akan mengurangi jumlah kemiskinan dan paling penting Kementerian Keuangan dengan orientasi pemberdayaan ini lima tahun saya jamin APBN kita akan mengurangi jumlah bantuan sosial,” ujar Cak Imin.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)