37 Peserta P3MD Danantara Belajar Operasional Jalan Tol Bersama Jasa Marga

Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mempelajari langsung pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol. (Dok: Jasa Marga)

37 Peserta P3MD Danantara Belajar Operasional Jalan Tol Bersama Jasa Marga

Lukman Diah Sari • 9 October 2026 18:50

Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengajak 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mempelajari langsung pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol. Kegiatan bertajuk Jasa Marga Business & Service Immersion: Understanding the Business, Experiencing the Service itu digelar di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Jatiasih, Bekasi, Rabu, 7 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program P3MD yang diinisiasi Danantara Indonesia untuk menyiapkan calon pemimpin masa depan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kegiatan itu dihadiri Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga Yoga Tri Anggoro, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti, para Group Head dan Direksi Jasa Marga Group, serta perwakilan manajemen Danantara Indonesia.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, operasional jalan tol memiliki fungsi strategis dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional. Menurut dia, pekerjaan di BUMN infrastruktur transportasi harus dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada publik.

“Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, namun juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa. Karena itu, setiap pekerjaan yang dilakukan Roadster Jasa Marga dimaknai sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Calon pemimpin BUMN masa depan juga perlu memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi nyata, dengan memastikan setiap keputusan dan langkah yang diambil memberikan manfaat bagi pelayanan publik,” jelas Rivan, dalam keterangan resmi, pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Rivan menambahkan, kegiatan business immersion menjadi bagian penting dari rangkaian pembelajaran P3MD yang berlangsung selama sembilan bulan. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung pemanfaatan data operasional, teknologi, dan digitalisasi untuk meningkatkan standar pelayanan kepada pengguna jalan. Pemanfaatan teknologi tersebut juga mendukung penegakan hukum hingga menjadi dasar dalam merumuskan rekayasa lalu lintas.

Peserta P3MD Pelajari Empat Aspek Bisnis Jasa Marga

VP Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM) Dumoli HM Sirait mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pengelolaan bisnis BUMN sekaligus mendukung penyusunan Action Learning Project (ALP).

“Program ini dirancang agar para peserta dapat mengamati secara dekat praktik terbaik pengelolaan bisnis di Jasa Marga. Pengalaman lapangan ini menjadi referensi penting bagi peserta, yang didampingi oleh SBM ITB, untuk menyusun Action Learning Project yang aplikatif dan memberikan dampak positif bagi pengembangan BUMN,” kata Dumoli.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti empat stasiun pembelajaran (learning stations). Pertama, Core Operations untuk memahami proses bisnis inti. Kedua, Technology & Digital untuk melihat otomatisasi sistem dan pemanfaatan data.

Ketiga, Quality, Risk & Safety untuk mempelajari keandalan layanan dan manajemen risiko. Keempat, Customer/Distribution yang berfokus pada penyampaian hasil layanan kepada masyarakat.

Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mempelajari langsung pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol. (Dok: Jasa Marga)

Peserta juga mengeksplorasi JMTC sebagai pusat pemantauan dan koordinasi operasional jalan tol. Di fasilitas tersebut, peserta melihat proses pemantauan kondisi lalu lintas, pendeteksian potensi gangguan, identifikasi insiden, hingga koordinasi respons layanan operasional secara real-time melalui dukungan teknologi dan sistem informasi terintegrasi.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kendaraan operasional. Peserta melihat langsung armada pelayanan lalu lintas PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO), meliputi Mobile Customer Service (MCS), ambulans, derek, dan kendaraan rescue. Peserta juga diperkenalkan dengan armada preservasi jalan tol PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM).

Selain peninjauan lapangan, peserta mengikuti diskusi kelompok untuk memecahkan studi kasus operasional. Mereka menganalisis skenario manajemen lalu lintas saat puncak arus mudik serta upaya mengurai kepadatan di rest area. Hasil analisis setiap kelompok kemudian dipresentasikan untuk mendapatkan tanggapan langsung dari manajemen Jasa Marga. Rivan berharap pengalaman interaktif tersebut dapat memperkaya wawasan bisnis (business insight) dan pembelajaran kepemimpinan bagi seluruh peserta P3MD. Ia juga membuka kesempatan bagi peserta untuk menyampaikan gagasan inovatif yang berpotensi dikembangkan bersama Jasa Marga.

“Jika dalam prosesnya muncul gagasan atau inovasi yang dapat dikembangkan bersama Jasa Marga, kami tentu terbuka untuk mendengarkan dan mendukung. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi pemimpin BUMN yang adaptif, dekat dengan kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi nyata,” tutup Rivan.

Melalui kegiatan tersebut, Jasa Marga membuka ruang pembelajaran dan pertukaran pengalaman bagi calon pemimpin BUMN. Program ini sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan bisnis dan pelayanan jalan tol yang mengintegrasikan operasional, teknologi, manajemen risiko, dan kebutuhan pengguna jalan.

Kolaborasi dengan Danantara Indonesia tersebut menjadi wujud komitmen Jasa Marga dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ke-4 mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

(Lukman Diah Sari)