Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan 900 meter di atas puncak Mahameru pada Senin (12/10/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Lontarkan Abu Setinggi 900 Meter
Lukman Diah Sari • 12 October 2026 11:18
Lumajang: Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Senin pagi, 12 Oktober 2026. Tinggi letusan tercatat mencapai 900 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, di Lumajang, Senin, 12 Oktober 2026, melansir Antara.
Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami tiga kali erupsi pada Senin pagi. Erupsi pertama terjadi pukul 01.45 WIB dengan visual letusan yang tidak teramati, kemudian disusul erupsi pada pukul 04.39 WIB dan 06.19 WIB dengan masing-masing letusan setinggi 900 meter dari puncak.
Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada Status Level III (Siaga). PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi, salah satunya melarang masyarakat melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer (km) dari pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tegas Sigit.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (30/9/2026). ANTARA/HO-PVMBG
Selain itu, warga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru guna menghindari bahaya lontaran batu pijar. Masyarakat juga diminta terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Terutama (waspada) di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar dia.