Badai Nor’easter Terjang Pantai Timur AS, 1 Orang Tewas

Ilustrasi hujan badai. (Metrotvnews.com)

Badai Nor’easter Terjang Pantai Timur AS, 1 Orang Tewas

Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 12:17

New York: Badai Nor’easter yang terjadi di luar musim menerjang kawasan timur laut Amerika Serikat (AS) dengan membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang besar.

Badai tersebut menyebabkan pemadaman listrik bagi puluhan ribu pelanggan dan menewaskan sedikitnya satu orang.

Nor’easter, sebutan untuk badai semacam ini, dapat menyebabkan kerusakan hingga miliaran dolar dengan membawa hujan deras, terkadang salju, angin kencang, serta banjir akibat gelombang badai di sejumlah wilayah pesisir timur AS.

Badai kali ini tergolong tidak biasa karena nor’easter umumnya terjadi lebih lambat dalam tahun hingga memasuki musim semi.

Sistem cuaca ekstrem tersebut menerjang sejumlah kota, termasuk New York, Boston, dan Philadelphia. Sedikitnya satu orang tewas, sementara hingga 130.000 pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Layanan Cuaca Nasional AS (NWS) pada Minggu malam mengatakan badai mulai melemah setelah menyebabkan gangguan selama beberapa hari di sepanjang pesisir timur AS.

“Gelombang hujan deras dan badai petir yang terkait dengan Nor’easter yang bergerak perlahan diperkirakan berdampak pada New England bagian selatan hingga Mid-Atlantic bagian utara sepanjang malam ini dan hingga Senin,” kata NWS, dikutip dari TRT World, Senin, 28 September 2026.

Pusat badai berputar di lepas pantai New Jersey, sementara awan yang terkait dengan badai membentang jauh ke utara hingga wilayah New England.

Kecepatan hembusan angin mencapai sekitar 45 mil per jam atau 72 kilometer per jam, menurut layanan cuaca. Angka tersebut turun dari 81 mph yang tercatat di Montauk Point, New York, sebelumnya selama badai.

Badai diperkirakan bergerak ke arah timur sebelum berbelok ke utara dalam beberapa hari mendatang.

Gangguan di Sejumlah Wilayah

Sejumlah media lokal melaporkan seorang pegawai otoritas perumahan publik New York City tewas pada Sabtu setelah sebuah pohon menimpanya ketika dia berjalan melewati area parkir.

Gangguan juga terjadi di sejumlah bandara AS. Menurut FlightAware, lebih dari 500 penerbangan dibatalkan dan hampir 6.000 lainnya mengalami penundaan di seluruh negeri.

Bandara Internasional Logan Boston mencatat 172 pembatalan penerbangan hingga Minggu malam, atau hampir seperempat dari seluruh penerbangan yang dijadwalkan. Sementara itu, hampir sepertiga penerbangan di bandara-bandara kecil di Nantucket dan Martha’s Vineyard dibatalkan.

Di North Carolina, Highway 12 yang membentang di sepanjang gugusan pulau penghalang yang sempit di lepas pantai negara bagian tersebut terputus akibat terjangan gelombang pada pekan ini. Kondisi itu membuat sejumlah warga pulau terisolasi dari daratan utama.

Gambar yang dibagikan otoritas transportasi setempat menunjukkan bagian aspal jalan yang terkoyak dan tersapu gelombang besar.

Rekaman dari sejumlah wilayah di sepanjang pesisir timur AS juga memperlihatkan rumah-rumah diterjang gelombang besar, sementara sejumlah orang menggunakan kayak untuk melintasi jalanan kota yang terendam banjir.

Terbentuknya Nor’easter

Nor’easter mendapatkan namanya dari arah angin yang biasanya datang dari timur laut.

Dalam citra satelit, nor’easter dapat terlihat menyerupai hurikan, dengan awan yang berputar di atas laut dan membentang hingga ratusan mil di sepanjang garis pantai.

Namun, kedua jenis badai tersebut terbentuk dengan cara berbeda.

Hurikan umumnya terbentuk pada akhir musim panas hingga awal musim gugur dan memperoleh energi dari perairan tropis yang hangat. 

Sementara itu, nor’easter lebih sering terjadi antara September hingga April dan dipicu oleh percampuran udara Arktik dingin yang bertiup dari Kanada dengan udara yang relatif hangat di atas perairan Atlantik di kawasan pesisir.

Baca juga: Badai Polo Dekati Baja California Sur Meksiko, Otoritas Pantai Tutup Pelabuhan

(Willy Haryono)