Revamping Ammonia Pupuk Kaltim Hemat Biaya hingga Rp228 Miliar

Revamping ammonia Pupuk Kaltim hemat biaya hingga Rp228 miliar. Foto: dok Pupuk Kaltim.

Revamping Ammonia Pupuk Kaltim Hemat Biaya hingga Rp228 Miliar

Ade Hapsari Lestarini • 7 October 2026 14:39

Lugano: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bersama Casale SA menandatangani Deklarasi Bersama (Joint Declaration) atas keberhasilan kinerja proyek Revamping Ammonia Pabrik-2.
 
Kedua pihak secara resmi menyatakan proyek telah memenuhi target kinerja yang disepakati. Deklarasi ditandatangani oleh Direktur Operasi Pupuk Kaltim Teguh Ismartono dan Chief Executive Officer Casale SA Federico Zardi di Lugano, Swiss pada 6 Oktober 2026 waktu setempat.

Dalam uji kinerja selama 168 jam berturut-turut pada Agustus 2026, Ammonia Pabrik-2 mencatat penurunan konsumsi energi lebih dari 10 persen, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi amonia harian sebesar 4,18 persen. Uji tujuh hari tersebut merupakan tonggak penting proyek revamping.
 
Selama pengujian, pabrik beroperasi terus-menerus dan kinerjanya diukur terhadap target yang disepakati antara Pupuk Kaltim dan Casale, pemegang lisensi teknologi pabrik amonia asal Swiss.

"Deklarasi bersama ini menunjukkan hasil nyata proyek revamping. Pabrik yang beroperasi sejak 1984 kini memakai energi lebih sedikit dan menghasilkan amonia lebih banyak, sesuai target yang kami sepakati bersama. Bagi Pupuk Kaltim, capaian ini mencerminkan komitmen kami untuk selalu menerapkan operational excellence. Dengan biaya produksi harian yang lebih rendah dan pasokan bahan baku urea yang lebih andal, kami dapat menjaga kinerja produksi yang kuat untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Oktober 2026.

Gas bumi merupakan bahan baku sekaligus sumber energi utama produksi amonia, sehingga efisiensi energi berkontribusi langsung pada penghematan biaya produksi. Hasil uji menunjukkan konsumsi energi Ammonia Pabrik-2 turun dari 39,28 menjadi 35,25 MMBTU per ton amonia, atau hemat 4,03 MMBTU, di atas target minimal 4,00 MMBTU.

 
Berdasarkan hasil tersebut, peningkatan efisiensi ini diproyeksikan menghasilkan penghematan biaya produksi hingga USD14,3 juta atau sekitar Rp228 miliar per tahun. Revamping ini juga meningkatkan rata-rata produksi amonia pabrik menjadi 1.841 ton per hari, naik 4,18 persen dari kapasitas sebelumnya sebesar 1.767 ton per hari.
 
Tambahan produksi inibdiharapkan memperkuat ketersediaan amonia sebagai bahan baku utama produksi urea Pupuk Kaltim.bCasale SA adalah perusahaan yang telah berdiri sejak 1921 dan berbasis di Lugano, Swiss. Perusahaan ini menyediakan lisensi teknologi, rekayasa, serta konstruksi untuk pabrik amonia, urea, metanol, dan pupuk lainnya di seluruh dunia. Casale SA berfokus pada revamping, yaitu memperbarui fasilitas yang ada dengan mempertahankan sebagian besar infrastruktur aslinya.
 
Pendekatan tersebut diterapkan pada Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim yang beroperasi sejak 1984. Alih-alih membangun fasilitas baru, proyek ini memodernisasi pabrik yang ada melalui pembaruan teknologi dan peralatan secara terarah.
 
"Kami sangat bangga dapat bekerja sama dan membantu meningkatkan kinerja serta efisiensi Amonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim. Kami melihat ini sebagai awal dari kemitraan yang kuat. Kamibingin membangun pendekatan kolaborasi, bukan sekadar hubungan klien dan pelanggan, agar tujuan dapat dicapai bersama, seperti dalam proyek ini. Itulah pendekatan yang ingin kami lanjutkan ke depan, untuk bersama Pupuk Kaltim memajukan perusahaan," ujar Federico Zardi.
 
Revamping Ammonia Pabrik-2 mencakup pembaruan shift converter, ammonia converter, dan CO2 removal system, serta integrasi Distributed Control System (DCS). Revamping ini juga diproyeksikan mendukung upaya dekarbonisasi Pupuk Kaltim melalui pengurangan emisi sekitarb110 ribu ton CO2 per tahun.
 
"Capaian ini akan menjadi landasan bagi kami untuk terus berinovasi. Tugas kami berikutnyabadalah memastikan pabrik yang kini lebih efisien ini beroperasi secara andal, sehingga pasokan pupuk bagi petani tetap terpenuhi," lanjut Rafli.

(Ade Hapsari Lestarini)