Pipa Minyak Suriah Rusak Diduga Akibat Sabotase, Sejumlah Pelaku Ditangkap

Pasukan keamanan di Suriah. Foto: SANA

Pipa Minyak Suriah Rusak Diduga Akibat Sabotase, Sejumlah Pelaku Ditangkap

Muhammad Reyhansyah • 8 October 2026 09:21

Damaskus: Sebuah pipa minyak di Provinsi Hasakah, Suriah timur laut, rusak dalam aksi yang disebut sebagai sabotase. Otoritas Suriah mengatakan pihak yang bertanggung jawab telah ditangkap.

Menurut laporan televisi pemerintah Suriah, Alikhbariah, Rabu, 7 Oktober 2026, Perusahaan Minyak Suriah mengatakan pipa yang berada di dekat wilayah Tal Hamis menjadi sasaran aksi sabotase yang menyebabkan kerusakan.

“Pipa minyak yang berada di dekat wilayah Tal Hamis menjadi sasaran aksi sabotase yang menyebabkan kerusakan,” kata perusahaan tersebut, dikutip dari Anadolu.

Tim pemeliharaan dan tanggap darurat telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi, mengisolasi bagian pipa yang rusak, serta memulai perbaikan agar jaringan tersebut dapat kembali beroperasi secepat mungkin.

Perusahaan mengatakan pihak berwenang telah mengidentifikasi dan menangkap orang-orang yang bertanggung jawab atas aksi tersebut. Mereka kemudian diserahkan untuk menjalani proses hukum.

Namun, perusahaan tidak mengungkap identitas maupun jumlah orang yang ditangkap. Motif dugaan sabotase, tingkat kerusakan, dan jumlah minyak yang mungkin tumpah juga tidak dijelaskan.

Insiden tersebut terjadi sekitar satu bulan setelah sebuah pipa minyak di sepanjang jalan Tal Hamis-Abu Ghadir di pedesaan Hasakah rusak dalam aksi sabotase yang menurut sumber lokal bertujuan mencuri minyak mentah.

Pada Agustus, Perusahaan Minyak Suriah juga melaporkan sabotase terhadap pipa ekspor gas dari fasilitas gas Jbessa di pedesaan Hasakah.

Sabotase tersebut sempat menghentikan pasokan sebelum tim perbaikan mulai menangani kerusakan.

Infrastruktur minyak di Hasakah semakin penting setelah pasokan minyak mentah dari ladang-ladang di provinsi tersebut kembali beroperasi.

Pada Maret, perusahaan mengumumkan mulai menerima minyak dari ladang Rmelan, Suwaydiyah, dan sejumlah ladang lainnya untuk mendukung kegiatan pengilangan dan produksi serta memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Perusahaan juga tengah merehabilitasi pipa minyak berat sepanjang 560 kilometer yang menghubungkan ladang minyak Rmelan dengan Provinsi Homs di Suriah bagian tengah.

Pipa tersebut akan digunakan untuk mengangkut minyak mentah menuju fasilitas pengilangan.

(Fajar Nugraha)